Langsung ke konten utama

Online Shop Teman

~ Mbukak beranda isine mung dodolan kabeh ~

Demikian tulis seorang teman di facebook setelah kesal melihat promosi barang dagangan yang menghias berandanya. Dia kesal melihat semua orang berduyun-duyun posting produk mereka dengan rajin. Saya menjumpai gaya promosi produk yang berbeda dari tiap teman yang menjalankan bisnis online. Saya mencoba melihatnya dari sisi konsumen atau target konsumen yang kadang jengah juga dengan isi beranda akun medsos saya.

Check it out,

1. Si pemalu karena pemula
Owner online shop ini belum punya jam terbang yang tinggi. Masih meraba-raba bahasa yang akan digunakan agar terlihat menarik. Meskipun produk yang dijualnya bagus, kalau slow response dan agresivitasnya tidak ditingkatkan dalam 2 bulan, dia akan sulit bertahan. Mental bisnis memang tidak serta merta dapat dipelajari dalam waktu singkat. Namun jika ada kemauan kuat, hal itu bisa dipelajari siapapun.

2. Owner yang sok sibuk
Orang bilang, pembeli adalah raja tapi balas chatt customer berjam-jam kemudian. Melihat pesanan tapi tidak membalasnya menjadi ciri yang kedua. Kondisi ini bisa terjadi jika online shop yang dijalankan merupakan kerja sampingan. Artinya bukan pekerjaan utama yang bisa fokus fulltime. Statusnya yang masih teman sendiri membuat kita gerah jika bertemu dengannya. Chatt pagi dibalas siang, stok kosong tidak memberi kabar secepatnya. Sedangkan mau cancel ada rasa tidak enak hati. Dilema ya?

3. Si agresif
Ini salah satu yang saya tidak sukai. Promosinya kencang dan fast response saat kita tertarik untuk survei harga dan kualitas. Padahal kita baru kepo sedikit yang artinya masih bisa 'gak jadi deh'. Beranda kita selalu dipenuhi dengan postingan owner yang satu ini entah postingan pribadi maupun dagangan. Always on social media. Bahkan rajin mengomentari status orang lain dan nimbrung yang ujungnya promosi. Saya anggap orang ini tidak tulus dalam berhubungan dengan teman-temannya. Mau bertegur sapa ramah tamah endingnya 'Jil, gabung yuk di XXX'. Tipe ini bahkan tidak segan meminta kontak whatsapp dan bergerilya via jaringan pribadi. Alamak.

4. Tukang baper
Tantangan menjalankan online shop salah satunya yaitu cibiran demi cibiran yang datang. Reaksi netizen sangat bervariasi dari yang terang-terangan kontra dan pro. Jika owner tidak kuat mental, ia bisa meluapkannya di akunnya. Tipe ini senang hati mengungkapkan perjalanan karirnya di dunia online shop, jatuh bangunnya memulai bisnis, hingga mengomentari reaksi netizen yang kejamnya melebihi ibu tiri.

5. Si profesional
Yang ini belum banyak ditemukan tapi saya menemukan satu orang teman yang bisa dibilang profesional soal online shop. Dagangannya selalu update, apabila pengirimannya tertunda ia akan mengabari kita, dan fast response. Yang membuat saya senang karena dia memperlakukan customer dengan baik. Walaupun ada kendala teknis, dia bisa mengkomunikasikannya kepada customer.

Mental bisnis memang belum mendarah daging dalam diri orang Indonesia. Terbukti dari owner online shop yang belum memahami bagaimana memperlakukan customer dengan baik. Semakin pesat kemajuan teknologi, semua aktivitas menjadi lebih mudah. Online shop merupakan berita gembira bagi penyedia jasa pengiriman barang, penjual pulsa dan tentunya produsen yang bersangkutan. Masyarakat lebih terbantu dengan adanya online shop. Checking harga bisa dilakukan dirumah atau dikendaraan umum tanpa perlu masuk ke gerai offline dan compare dari gerai ke gerai. Pun kita bisa memilih harga , kualitas dan pelayanan yang diberikan owner online shop.

Yang patut dibangun owner online shop adalah etika bisnis. Dalam melakukan ekspansi dan promosi semestinya memperhatikan strategi pemasaran yang dipilih. Alih-alih iklan produk, teman kita malah jadi malas bertemu dengan kita bahkan via sosmed. Sekalipun saya jarang belanja online, saya sering kepo produk yang ditawarkan teman-teman saya. Sebagian cukup menarik dan update. Walaupun saya belum tertarik untuk membelinya.

Sebagai konsumen, secara pribadi saya senang menjumpai owner online shop yang ramah, fast response, dan kualitas barang sebanding dengan harga yang diberikan. Sebagai owner online shop, saya mohon teman-teman saya bisa bijak dalam promosi dan sebagainya agar hubungan interpersonal yang sudah dibangun sejak lama tidak rusak karena salah memilih strategi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...