Langsung ke konten utama

EVERY BEAUTY HAS A SIN

[ dalam sebuah kecantikan, ada dosa ]

Saya tidak ingin memojokkan orang cantik atau konsep kecantikan. Selain definisinya yang relatif, kecantikan adalah suatu anugerah dari Allah bagi perempuan yang sudah semestinya disyukuri dan disikapi dengan benar. Kecantikan menjadi tema menarik diseluruh dunia seperti cinta. Selalu laris manis bagaimanapun bumbu yang menyertainya. Mengapa? Karena sebagian penduduk bumi adalah perempuan dan semua orang (tidak hanya perempuan) menyukai kecantikan, keindahan dan segala sesuatu yang bagus, yang baik.

Standar cantik setiap orang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kepandaian, fisik, etika, wawasan, kealiman, daya juang dan lain sebagainya dijadikan patokan untuk mengatakan seseorang cantik. Saya sendiri memiliki pandangan bahwa perempuan berotak itu seksi. Dalam artian saya begitu terkesan dengan perempuan yang berwawasan, tahu cara-cara bergaul dengan semua orang dari berbagai kalangan dan memiliki karakter kuat. Meskipun standar moral, etika, norma, profesional tetap menjadi pertimbangan untuk melengkapi kecantikan seorang perempuan, saya selalu kagum dengan perempuan berotak.

Saya memilih diksi otak disini bukan mendewa-dewakan ilmu pengetahuan atau hal-hal yang sifatnya teknis pragmatis. Penggunaan akal manusia sudah dianjurkan Allah dalam Alquran ribuan tahun silam. Hidayah tidak akan sampai pada mereka yang tidak berakal. Bukankah orang gila tidak bisa dimasukkan kedalam neraka atau surga? Logika/nalar mengantarkan kita pada kesadaran bahwa ada kekuatan Maha Besar yang tidak bisa digapai tetapi dari percikan kekuatan tersebut ada kehidupan semesta yang demikian menakjubkan. Subhanallah. Dengan menggunakan otak (*akal pikiran) kita dapat mempelajari banyak hal dan menentukan sikap dalam menghadapi suatu persoalan.

Kecantikan merupakan anugerah Allah bagi perempuan. Ada yang merasa "Aku gak cantik. Mana ada yang mau sama aku? Kalau kita mau sejenak berpikir, "Aku emang gak cantik tapi entah kenapa aku selalu bisa menemukan orang yang ~maaf~ gak lebih cantik dariku". Dalam hal ini saya tidak ingin membuat orang takabur atas dirinya. Hanya ingin menekankan — Aku gak seburuk itu kok. Aku gak secantik Raisa atau Natasha Willona tapi aku kuliah dengan baik bahkan IPku selalu cumlaude. Aku bekerja dengan tekun dan profesional. Keluargaku baik-baik saja. Aku pun memiliki sahabat yang selalu support. Aku bahagia dengan itu semua — Menyadari bahwa kecantikan adalah anugerah kita menjadi lebih mawas diri. Jangan-jangan kalau aku teramat cantik, hidupku tidak akan sebaik sekarang? Wallahu'alam.

Kecantikan seseorang tidak menjamin kebahagiaannya. Korban kekerasan seksual selalu perempuan cantik, tidak melulu orang cantik cepat menikah, dan ada beberapa perempuan yang iri terhadap kecantikan temannya sendiri. Bukankah kita sering mendengar celetukan "Dia enak banget ya wajahnya cantik. Gampang kan dapet kerjanya. Mau lirik sana sini juga gak akan ada yang nolak". Tanpa kita sadari, ada hati yang mendamba kecantikan seperti yang kita miliki dan merasa minder dengan dirinya sendiri. Sebenarnya bukan tanggungjawab kita untuk meminta maaf atas kecantikan kita, justru bukan begitu menyikapinya. Bersyukur atas anugerah cantik dan terus menyemangati orang lain untuk tetap menjadi baik merupakan hal yang harus dilakukan. Saya pun sering merasa "Apakah saya cukup cantik?" Atau jika sedang badmood, "Kamu kapan dapet jodohnya kalau malas perawatan?". Tetapi setiap keluhan demi keluhan yang terlontar dipatahkan oleh logika sendiri, "Cantik fisik bukan hal instan. Pelan Jil. Satu demi satu. Cintai dirimu sendiri, berikan perawatan tidak berlebihan. Ini titipan Allah. Dijaga baik-baik ya". Lalu terbitlah rasa percaya diri dan kemauan untuk merawat diri lebih baik lagi.

Every beauty benar-benar akan menjadi sin jika kita takabur akan kecantikan tersebut. Kesombongan karena merasa diri cantik bukan tidak mungkin akan melukai orang lain. Teman-teman kita bisa jadi takjub dengan kecantikan kita. Namun mereka akan berpikir untuk dekat dengan kita. Lebih baik berteman dengan teman yang parasnya biasa tetapi memiliki hati baik daripada berteman dengan orang cantik tetapi sombong. Apabila kecantikan kita membuat kita sombong, hanya orang berhati serupalah yang mau mendekati kita. Karena orang berhati baik tentu akan berpikir seribu kali untuk menjadikan kita sahabat, teman karib atau pasangan.

Apakah kamu merasa bersyukur atas kecantikanmu? Akhirnya semua berpulang kepada diri sendiri, apakah akan tersenyum didepan cermin dan berkata...

"TUHAN, TERIMAKASIH.."

atau

"AKU CANTIK MEMANGNYA KENAPA?".

Percayalah, dibalik kecantikan selalu ada pilihan untuk menatap diri sangat berarti dan mengakui Allah selalu mengasihi. Jadilah cantik yang sejati.

👒

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...