Langsung ke konten utama

Bukit Cinta



Setiap hari saya melajukan sepeda motor dikawasan perbukitan jalur selatan Flores. Dalam durasi 45 menit perjalanan saya melintasi kawasan pantai dan bukit yang selalu mempesona. Landskap Pulau Ende yang belum juga saya tapaki berada di sisi kiri. Perbukitan berbaris rapi di sebelah kanan dengan menciptakan jalanan yang meliuk-liuk di hampir seluruh rute. 

Pemandangan Pulau Ende di selatan Flores.

Konon, ada sebuah bukit yang dinamakan Bukit Cinta. Mengapa dinamakan Bukit Cinta? Omong punya omong, seorang lelaki berumur 40 tahun mengungkapkan alasannya. Sederhana saja ternyata. Bukit tersebut dinamakan Bukit Cinta karena sering digunakan pasangan muda mudi untuk berkencan. Pada malam hari dikatakan ada pengunjung yang datang hingga malam. Terlebih pada akhir pekan atau libur. Aih, saya pikir ada legenda yang mengakibatkan masyarakat menyebutnya Bukit Cinta. Penamaan memang membuat kita penasaran. Apalagi jika nama yang disematkan aneh-aneh. Timbul gairah untuk bertanya lebih jauh dan lebih dalam. 

Bukit Cinta memiliki saung sederhana yang dapat digunakan pengunjung untuk berteduh atau membuka bekal makanan setelah lelah mendaki bukit.

Dari sini kita bisa mendapatkan bonus sunset jika mengunjunginya pada sore hari.

Bukit Cinta terletak kira-kira 20 kilometer dari Kota Kabupaten atau sekitar setengah jam perjalanan normal. Letaknya strategis karena persis di pinggir jalan nasional yang ramai. Dengan memarkirkan kendaraan di area pinggir jalan yang cukup lapang, kita bisa langsung menaiki bukit tersebut.
Kita memerlukan tenaga yang lumayan untuk menikmati setiap sudut bukit. Medannya tidak curam hanya saja bukit-bukit yang banyak cukup menyita energi ketika kita berjalan mendakinya. Bayarannya? Kita dapat memandang Pulau Ende dari salah satu sisi bukit. Kemudian menyaksikan proyek Pembangunan Tanggul Penahan Abrasi di sebelah barat. Apabila kita memiliki tenaga berlebih, boleh juga menyusuri perbukitan untuk mendapatkan Pantai Batu Cincin yang eksotis. Bonusnya, sunset di kawasan Bukit Cinta lumayan cantik untuk menyantap sajian senja. 

Salah satu sisi vegetasi yang meranggas di Bukit Cinta. Dampak musim kemarau panjang di Flores.

Meski Bukit Cinta bukan merupakan kawasan obyek wisata yang tidak dikelola pemerintah atau dinas pariwisata, di tempat ini ada penjual minuman di dekat area parkir. Jika berniat kesini, bersiaplah untuk tidak buang air karena tidak ada fasilitas kamar mandi umum dan sebaiknya membawa bekal makanan ringan sendiri.
Saat pertama kali saya ke Bukit Cinta suasananya sepi. Saya tidak menemukan penjual minuman yang biasa mangkal di tepi jalan. Kondisi bukit masih terlihat bersih. Tidak ada botol bekas minuman, makanan taua bekas api unggun. Kedua kalinya saya berkunjung, ada penjual minuman yang meminta parkir sebesar 5000 bagi pengunjung. Ditambah lagi sampah botol, plastikm kerdus, bekas api unggun yang membuat bukit terlihat kotor dan tidak asri. Semoga kedepannya ada pihak yang berkenan merawat dan mengelola Bukit Cinta sehingga menjadi tambahan destinasi wisata dan tempat berburu foto bagi wisatawan. 

.. Dari ujung negeri, Flores..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...