Langsung ke konten utama

Gagal Move On

Pernah ketemu mantan dan langsung kikuk sejuta tingkah gak? Antara udah lama gak ketemu muka dan suara. Seolah ditelan bumi, kamu berdua gak pernah saling meet up atau sekadar say hello di komen status. Ini bukan lagi soal apakah cinta masih ada atau gak. Karena urusan perasaan sudah ketok palu dan berakhir sejak lama. Ini soal bagaimana bersikap baik dan santun di depan orang yang pernah kita rencanakan bahagia bersama. Halah.

Bagaimana jika dan hanya berandai-andai tanpa di sangka-sangka dia tiba-tiba nampak di depan mata? Saat berjalan di antara tumpukan buku, duduk sendiri menatap hot chocolate, atau tengah menikmati angin sepoi-sepoi di tepi pantai. How's the feeling? Rasanya seperti... 

Pada suatu hari yang mendung di tengah hamparan sawah dan kacang panjang yang menjulur-julur. Tenang sekali memelintir satu demi satu kacang panjang yang sudah berumur. Sesekali melihat kupu-kupu atau serangga berwarna cerah. Langit yang mendung tak menyurutkan diri untuk bergegas pulang. Suasana seperti ini, syahdu.

— Dalam hati, syukur dipanjatkan atas limpahan rejeki yang terhampar. Menikmati angin yang sedikit basah diantara hijaunya tanaman padi. Lalu kaki seolah melemas dan lidah terkunci. Jantung berdetak lebih cepat dan mata melirik ke kanan kiri. Tidak ada orang dalam radius 10 meter. Berteriak rasanya tidak mungkin dan lebih terkesan memalukan. Kamu memilih untuk tetap tenang sekalipun kamu merasa tidak sedang baik-baik saja. Kaki sudah bisa digerakkan mundur. Seolah ingin mengisyaratkan semua seperti sedia kala, kaki-kaki yang masih lemas dan shock mundur dan berbalik ke belakang. Detik terasa begitu lambat. Hujan tak mungkin turun dalam hitungan menit.

Kini di depan mata dengan radius 20 meter melingkar dengan anggun seekor ular berwarna hitam. Tidak ingin mengusik dengan suara ribut-ribut apalagi sampai membuat kehebohan. Kamu memilih untuk berpura-pura tidak melihat kemudian bergerak mundur. Menghindar. Sia-sia jika hendak menghadapi sesuatu yang kamu takuti. Paranoid lebih berpeluang mengalahkanmu. Lebih baik mundur, menghindari sapaan yang mungkin tidak kau inginkan. Jika ular itu bergerak mendekat justru akan membuat diri mematung. Memang tidak berbisa mematikan dan bukan ukuran yang besar tetapi menghadapinya tidak menjamin kamu akan baik-baik saja. —

Mantan bukan ular, apalagi yang berbisa mematikan. Pun tidak akan melilit dan meremukkan tulang-tulang. Mantan tidak mempengaruhi hidupmu sekarang, dalam hal nominal gaji ataupun bonus tahunan (*kecuali mantanmu bagian keuangan di kantor, itupun tidak berpengaruh sebenarnya). Namun hadirnya dia di depan mata praktis membuka memori beberapa waktu silam. Tidak semua orang siap dengan setiap memori bahagia atau sedih yang sudah tenggelam jauh. Kamu siap, dunia tidak akan runtuh. Kamu belum siap, kamu mungkin tidak akan baik-baik saja selama kurun waktu tertentu. Butuh waktu juga untuk sadari here and now.

So, tips bila bertemu mantan (*entah sudah memiliki gandengan atau gendongan) sebisa mungkin menghindar ketika rasamu masih tersisa barang sepucuk sendok teh. Sapalah jika bagimu urusan perasaan telah berakhir.

*Ternyata bisa nulis yang agak nyeleneh juga. Hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...