Langsung ke konten utama

Aloha Ully Bontot

Oke, untuk perempuan yang berdiri disebelah saya. Mungkin kamu gak punya instagram atau bahkan gak tertarik sama sekali soal dunia diluar nyatamu. Pun nomor telponmu saja aku gak punya. Tapi demi melampiaskan emosi yang mendera, aku coba mengutarakan apa yang terasa sekarang.

Faktanya, aku bukan teman yang terbaik bahkan untuk membantumu aku bukan orang-orang yang pertama sigap. Kamu justru seringkali membantu dalam penyelesaian tugas kuliah, menyemangati saat masa skripsi, dan menemani keliling Semarang berkali-kali. Dulu pernah berpikir, kamu memang begitu. Sekarang aku sadar, syarat yang aku bebankan sebagai teman yang loyal terlalu tinggi buatmu. Maka kamu terlihat kurang terbuka, keras kepala atau cenderung malas-malasan. Seharusnya aku minta maaf dari dulu. Konyolnya, baru sekarang terbersit pikiran semacam itu.

Ya. Hari ini dan hari- hari yang telah lewat aku sudah merasa rindu dengan kamu. Baru mau 3 tahunan sih ya. Tapi kamu yang tanpa kabar selalu berhasil membuat penasaran. Ya. Penasaran. Aku pikir rindu atau semacamnya. Ternyata hanya penasaran belaka. Penasaran bagaimana hidupmu sekarang, penasaran bagaimana keluargamu, penasaran bagaimana rupa wajahmu, dan penasaran-penasaran lain yang berkembang pasti.

Hai, kamu apa kabar? Aku bahkan lupa menanyakannya. Mudah-mudahan kamu baik dan sehat. Maaf atas semua perlakuan yang kurang menyenangkan selama tahun-tahun pertemanan silam. Aku tahu ada banyak hal yang tiap harinya kamu lakukan dan pikirkan ketimbang mengingat-ingat teman kuliahmu. Aku juga sekali dua kali terpikir tentang kamu. Gak menjanjikan rindu, tapi kamu tetap tinggal untuk dikenang sebagai teman baik.

Kalau ada yang menyampaikan curhatan ini sama kamu, aku berterimakasih sekali. Kalau gak ada pun, aku cukup lega mengucap nama kamu di salah satu harapan. Semoga kamu bahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...