Langsung ke konten utama

Spongebob dan Pesan untuk Tetap Menjadi Baik

Bagi yang pernah melihat film Spongebob The Movie yang berkisah tentang hilangnya resep rahasia Mr. Krabs mungkin menangkap salah satu pesan sarat makna yang tersirat dalam film tersebut. Spongebob terkenal dengan sifatnya yang rajin bekerja, ramah terhadap siapa saja, dan tidak memiliki pikiran jelek dalam dirinya. Mr. Krab yang terkenal mendewa-dewakan uang mempekerjakan Spongebob karena loyalitas dan kemampuannya membuat krabby paty. Film ini menyajikan kekuatan tim, persahabatan, kerja keras dan mau memberikan bantuan kepada orang terdekat.

Review singkatnya, Plankton yang berusaha mencuri resep rahasia sedang berebutan botol resep dengan Spongebob. Tanpa disangka botol tersebut lenyap dari kedua tokoh. Mr. Krab yang tiba setelah resep lenyap otomatis menuduh Plankton. Spongebob yang mengetahui fakta kejadian menyangkal atasannya. Tindakan jujurnya berakibat dipecatnya Spongebob dari Crusty Krab dan mendapat sanksi dari seluruh warga. Sebelum dieksekusi, keduanya berhasil kabur dari jeratan borgol. Sampai dikejar-kejar seluruh warga yang mengamuk. Spongebob tetap tidak mau mengakui Plankton menghilangkan resep rahasia karena memang bukan demikian kejadiannya. Ditengah kejaran warga yang mendadak ganas, anarkis dan penuh amarah dia mengatakan bahwa ia tidak akan menjadi berperangai buruk seperti warga. Spongebob tetap ingin melakukan hal yang baik meskipun keadaan sedang tidak baik. Ia tidak mau berubah menjadi buruk seperti warga yang penuh amarah.

Kurang lebih seperti itu kesan yang saya dapatkan. Scene tersebut merupakan bagian 20% pertama yang masih menyisakan banyak scene hingga akhirnya tim Mr. Krab berhasil mengalahkan bajak laut yang mencuri resep tersebut.

Satu scen tersebut membuat saya sadar betapa pentingnya menjaga kadar baik dalam diri ditengah suasana yang tidak kondusif. Saat pekerjaan sedang padat-padatnya, kita dihadapkan pada situasi sulit dengan pasangan atau bermasalah dalam lingkup keluarga. Kekecewaan, pengkhianatan, pembiaran, acuh tak acuh, keraguan, dan hal tidak mengenakkan lainnya yang begitu buruk. Kita pernah ada dalam situasi yang serba tidak menguntungkan tetapi menuntut kita memutuskan atau menyelesaikannya. Kita sangat berpeluang untuk stres, panik, bingung, marah, dan ragu diantara beberapa sisi yang meminta kesiagaan kita 100%. Disaat tidak ada sisa ruang dalam diri dan terjepit, timbullah aura manusiawi tersebut. Itu benar-benar manusiawi dan tidak apa-apa berada dalam situasi demikian. Spongebob mengingatkan kita pada amukan warga yang menginginkan kraby patty. Begitu marah dan anarki untuk sebuah makanan cepat saji. Apakah kita harus berperilaku buruk disaat semua orang berperilaku seperti itu?

Tidak. Seburuk apapun keadaan yang ada didepan mata kita harus tetap berusaha menunjukkan perilaku baik. Memang terlihat tidak manusiawi tapi menjadi buruk justru memperburuk keadaan. Kita latah dengan keadaan hingga sangat mudah untuk mempengaruhi. Bagaimana jika ada orang tak bertanggungjawab yang memanfaatkan keadaan? Maka, tetap menjadi baik bukan lagi pilihan tapi kebutuhan. Kita tetap menjadi pasangan yang bisa bersabar, Ayah yang penyayang, Ibu yang memasak dengan enak, teman yang selalu memberikan dukungan kepada teman, anak yang menyayangi orang tua, dan rekan kerja yang menyenangkan.    

Jangan pernah lupa untuk menjadi teman yang baik karena itulah yang membuat kita berharga bagi mereka. Hubungan yang kita bangun tanpa alasan, tulus. Tidak peduli apakah mereka berbuat jahat atau berkhianat kepadamu. Tidak peduli seburuk apapun masalah yang kita hadapi dimanapun. Tanpa perlu bertanya mengapa mereka menghampirimu dan memutuskan untuk menjadi teman. Kita bisa jadi teman sejati dan selalu bisa menjadi teman sejati seburuk apapun keadaan yang harus dihadapi.

Terimakasih Spongebob and the team.

Jilvia 👒

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...