Langsung ke konten utama

Saya Menyebutnya Rentetan Karir [Part II Habis]

Siapapun yang tengah berusaha untuk memilih karir yang akan dijalani membutuhkan asupan wawasan agar pilihan yang diambil membawa banyak manfaat. Setelah mengakhiri satu fase hidup, akan ada fase hidup selanjutnya yang mesti ditapaki dengan mantap. Saatnya memilih, kemana sekarang?

Kita memilih karir sesuai dengan pasion yang kita miliki terhadap suatu hal. Kamu tidak akan memilih masuk di Fakultas Kehutanan jika ingin menjadi akuntan publik. Seorang siswa yang ingin menjadi pengacara tidak akan mengambil matematika pada kuliahnya. Sayangnya, banyak dari mahasiswa atau siswa yang masuk suatu sekolah atau perguruan tinggi karena kuota terbatas. Banyak kasus menggambarkan bahwa mahasiswa masuk suatu jurusan di perguruan tinggi karena sepi peminat.

Jika kamu memilih untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi maka pilihan teknisnya pun ada banyak. Bagi kamu yang baru lulus SMP, memilih SMK dapat memberikan keterampilan yang siap digunakan di lapangan kerja. SMA sebagai pilihan lain membantumu lebih siap dalam hal keilmuwan. Lembaga kursus seperti menjahit, komputer, stir mobil dan sebagainya memberikan keterampilan dalam waktu singkat. Dalam waktu satu tahun kamu bisa terampil dalam bidang kursus yang kamu ambil. Pilihan lain yang dapat diambil yaitu memperdalam ilmu agama di pesantren. Ada beberapa sekolah yang sistemnya boarding school yaitu sekolah dengan asrama yang islami. Program sekolah plus pesantren atau sekolah plus asrama membekali siswanya untuk belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya selain untuk mendukung situasi belajar yang kondusif.

Ketika memilih bekerja saat kita baru lulus SMP atau SMA memang tidak semudah mahasiswa sarjana atau pasca sarjana. Pekerjaan menengah ke atas dapat dipenuhi oleh lulusan strata satu atau diploma dg prioritas yang lebih baik dari SMA apalagi SMP. Tetapi jika kita mau berusaha, akan ada pekerjaan yang memberikan kita rezeki meski harus dengan susah payah. Rekan-rekan saya banyak yang sudah lulus sarjana dan pasca sarjana merasa bimbang untuk memilih karir yang baik. Ada yang memilih untuk mengambil pasca sarjana. Ada pula yang memilih mencari pekerjaan sebagai guru, fotografer, WO, pegawai bank, trainer dan sebagainya. Arif Rahman (2011) dalam Complete Career Guide memberikan tiga pilihan bagi seseorang untuk memulai karir dalam bekerja. Pilihan pertama join system. Kita masuk perusahaan sebagai karyawan atau guru di sekolah sehingga mematuhi aturan main lembaga yang kita masuki. Fresh graduate paling banyak memilih join system untuk mengetahui kondisi tempat kerja. Kedua, build your own system. Membangun sistem membutuhkan dukungan dan pengalaman kerja. Pilihan ini diambil ketika kita sudah cukup mapan dan berpengalaman pada pekerjaan sebelumnya. Ketiga, buy a system. Pilihan ini memang yang paling praktis karena kita membeli sistem yang sudah tertata dengan baik. Konsekuensinya yaitu kita mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk memilikinya. Sederhananya, memilih pekerjaan bagi lulusan SMP/SMA dan mahasiswa dapat dimulai dari pilihan pertama, selanjutnya kedua dan ketiga agar semakin meningkat.
  

Menentukan karir memang bukan perjalanan yang singkat dan mudah yang bisa dilakukan sambil lalu. Pekerjaan dan pendidikan yang baik akan memberikan kita pendapatan dan ilmu yang baik pula.

Seperti dalam sebuah hadist disebutkan bahwa "Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, 'Sesungguhnya Allah itu Maha Baik. Dan Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Dia memerintahkan kepada Rasul. Allah swt berfirman "Hai Para Rasul, makanlah dari segala yang baik dan lakukan pekerjaan yang baik. Dia juga berfirman. "Hai orang-orang yang beriman, makanlah daru segala yang baik yang telah Kami berikan rezeki kepadamu" kemudian Rasulullah saw menceritakan perihal seseorang yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut masai dan penuh debu. Dia menadahkan kedua tangannya ke langit sembari berkata: "wahai Tuhan! Wahai Tuhan!" sedangkan makannya haram. minumnya haram, pakaiannya haram, dan perutnya dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin permohonannya dikabulkan?" [Diriwayatkan oleh Imam Muslim]. Maka memilih pendidikan dan pekerjaan yang halal membuat hidup kita lebih berkah. Insya Allah.

Sejatinya Allah pun telah memerintahkan untuk kita bekerja dengan giat yang tercantum dalam Q.S At Taubah : 9. yang berbunyi "Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat. Begitu juga rasul Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". 

Pilihan apapun, asalkan sesuai dengan tuntunan Nya akan menjadi lebih mudah untuk dijalani. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...