Langsung ke konten utama

Kamu Boleh Milih Kok

Seorang teman bercerita tentang mantan kekasihnya yang masih 'mengganggu' meski hubungan keduanya sudah berakhir. Dengan situasi yang mengharuskan mereka untuk intens bertemu, dia kesulitan untuk menyikapi orang-orang yang ingin mendekatinya. Semua orang bermodus berharap memperoleh informasi berguna darinya. Alih-alih inhin menata hati, dia justru harus meladeni urusan yang bukan areanya lagi.

Sebal? Pasti. Jengah? Iya. Teman saya memilih untik meladeni satu per satu orang yang menanyakan mantan kekasihnya. Ketika saya bertanya bagaimana perasaannya saat ini, dia menjawab "Aku mau move on. Enyahlah segala tentangnya. Aku gak peduli dia berhubungan dengan siapa. Kenapa mereka datang ke aku sih?" Ternyata move on bukan hanya tentang hati kita terlepas dari harapan bersamanya. Ini tentang kehidupanmu yang harus terus maju kedepan. Rasa sakit yang termaafkan tentang masa lalu bersamanya. Yang paling penting adalah optimisme untuk menemukan orang baru dan jatuh cinta lagi. Ada yang mengakhiri hubungan kemudian pindah kerja atau pindah kota. Ada yang sudah berlainan kota tetapi masih terbawa perasaan dan suasana. Ada pula mereka yang setiap hari tetap berjumpa di tempat kerja atau kampus. Dengan situasi yang tidak terprediksi, kita memang tidak bisa melakukan semua hal seperti keinginan kita. Teman saya tidak bisa pindah kampus atau kota. Pun tidak bisa mengacuhkan orang-orang yang datang kepadanya. Oleh karena itu dia meladeni mereka dengan setengah hati. Saya pikir hal itu tidak menyenangkan sama sekali. Tetapi dia tidak siap dengan resiko yang mungkin diterimanya ketika mengabaikan mereka.

Dalam konteks yang lebih luas kita bertemu dengan bermacam-macam orang. Ada yang menyenangkan. Ada pula yang menjengkelkan. Mudah bagi kita untuk maju dan berkarya dengan mereka yang seide dan memiliki selera yang sama. Kita bersedia menghabiskan tenaga dan usaha demi karya yang hebat. Akan berbanding terbalik dengan mereka yang kehadirannya memperburuk mood. Satu pesan darinya selalu dipenuhi kecurigaan "ada apa lagi nih orang?", atau "dia inbox 🙄 males amat mau buka". Hal yang tidak diinginkan bukan? Ajaibnya selalubada orang yang berjodoh dengan kita dalam soal cinta, kerja dan komunitas yang lebih besar. Selebihnya? Orang-orang yang meramaikan suasana. Mereka berperan untuk melengkapi cerita agar lebih pedas, asin dan panas. Apakah kita memiliki waktu dan tenaga untuk sebuah ketidakcocokan? Dalam hidup yang serba dipenuhi tanggungjawab, membiarkan diri bersama dengan orang-orang yang kita cintai dan sebaliknya adalah satu pilihan. Kita bertanggungjawab atas pilihan kita. Dengan menyadari bahwa kita berhak memilih tanggungjawab yang sanggup kita tunaikan, kita telah menyayangi diri kita sendiri. Setidaknya kita bisa menghabiskan segala daya dan upaya untuk orang-orang terbaik di tempat terbaik.

So, don't waste your time to libe with someone you don't love.

10.21 am
8 September 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...