Langsung ke konten utama

Listen First

Sebuah baliho besar di pinggir jalan Kabupaten Ciamis menarik perhatian saya. Pesan BNN kepada masyarakat khususnya orang tua bertuliskan 'Listen First' diikuti penjelasan singkat di bagian bawahnya. Sekilas membaca pesan itu mengingatkan saya pada masa-masa kuliah dulu. Duet Pak Sunawan dan Pak Mulawarman memang kelas golongan muda intelektual. Keduanya masih muda dan punya skill berbeda tetapi berjodoh dengan sempurna ketika bertemu di kelas. Beliau berkata yang kira-kira, "Mendengarkan adalah pekerjaan yang melelahkan. Sangat melelahkan. Butuh energi besar untuk itu". Sebuah pesan kepada orang tua yang disampaikan BNN Kabupaten Ciamis berupa kesediaan orang tua untuk mendengarkan anak-anak mereka. Hidup sebagai orang tua dipenuhi tanggung jawab untuk menafkahi dan mendidik mereka. Peran seumur hidup itu mencakup pemenuhan kebutuhan pendidikan (*formal maupun nonformal), kasih sayang, penetrasi norma dan dukungan lahir batin bagi anak-anak. Pekerjaan sehari-hari yang sudah melelahkan tak serta merta menghilangkan kewajiban parenting mereka. Bagi sebagian orang tua, istilah mendengarkan dianggap tidak begitu penting mengingat susah payahnya mereka dalam bekerja. Namun hal sederhana ini justru menjadi kebutuhan yang didambakan anak-anak. Orang tua yang tidak belajar mendengarkan anak mereka tidak akan didengarkan oleh anak mereka. Itu hukum timbal balik yang nyata dimana-mana. Nasehat dan larangan orang tua seperti angin yang berlalu tanpa bekas. Sementara anak-anak memilih alternatif lain sebagai hiburannya. Kebut-kebutan, perilaku membolos sekolah, obat-obatan, free sex, hingga kriminalitas bukan barang asing untuk mereka yang melek dunia.

Begitu sederhana perihal mendengarkan dan didengarkan. Hal tersebut ternyata berdampak besar pada perkembangan anak-anak. Mereka yang tidak mendapat simpati untuk menyampaikan isi hati dan kepala mereka bisa memilih obat-obatan terlarang sebagai pelampiasan. Bahaya besar itu dapat dihindari dengan kesediaan orang tua untuk mendengarkan anak mereka.

Saya bisa memastikan butuh energi luar biasa untuk mendengarkan seseorang. Aktivitas tersebut butuh kesediaan dari orang yang bersangkutan plus kemampuan untuk fokus. Meski tidak semua orang pandai mendengarkan, orang tua bisa menyediakan waktu untuk mulai berbicara dengan anak-anak. Obrolan bisa tentang aktivitas di sekolah, studi lanjut, teman-teman sebaya, peristiwa kekinian, cita-cita atau yang lainnya. Apabila sudah terbiasa berbicara santai tentang kegiatan sehari yang dilakukan, mendengarkan unek-unek mereka tak akan jadi masalah pelik. Nilai kehidupan yang disampaikan orang tua akan lebih mudah untuk disampaikan dan diresapi anak.

Tentu prosesnya tidak akan mudah pada awalnya. Bisa jadi ada keengganan untuk melakukannya bagi sebagian orang tua. Akan tetapi jika kita memikirkan segala yang terbaik untuk anak dan bersedia untuk memberikan yang terbaik, peran besar aktivitas mendengarkan bukan omong kosong belaka. Keberhasilan tersebut bisa dirasakan semua orang bukan hanya anak dan orang tua, tetapi juga masyarakat pada umumnya. Tumbuh kembang anak-anak yang menyenangkan adalah kabar baik untuk masa depan dan obat bagi masa lalu yang menumbuhkan harapan. Semoga.

Terimakasih BNN Kabupaten Ciamis 🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...