Langsung ke konten utama

Kesemangatan


   “Ketika sujud ini kuhaturkan kepada Mu, pujian akan keagungan Mu telah membahana dikejauhan. Seolah saling tak rela jika yang lain lebih banyak bertasbih untuk Mu. Bisikan kebaikan itu mengalir dikerongkongan pagi buta. Sedangkan instrumen selamat datang berputar mengalun menemani jemari yang mulai berlari diatas tuts huruf. Jadilah keramaian ini memenuhi ruang sempit berukuran 3 X 4 meter.”
   “Doaku belum terucap meski telah kudiamkan diriku dalam hening tahajud. Sederet ratapan pun tak tumpah ruah dalam kesendirian. Rupanya aku tengah mati rasa dengan diri yang sudah berkelana mencari kebenaran. Mungkin Dia sedang melirikku dan mengamatiku sejenak. Atau Dia tengah memperhatikan miskin diluar sana yang berdoa dalam kekhusyukan jiwa. Adanya yang kedua lebih rasional untuk terjadi. Bisa saja Dia sudah mempersiapkan kejutan hari ini untukku. Ah, aku hanya berspekulasi tentang berbagai kemungkinan. Pada intinya, aku belum mendoakan mereka yang menganugerahkan cintanya setiap detik. Aku belum mendoakan jodohku yang entah berada dimana sekarang. Andai aku tahu siapa dan dimana ia. Andai aku tahu bagaimana ia. Tetapi rencana Nya selalu mengejutkan hamba Nya hingga tak mampu berkata. Biarlah ia tenang sebelum menemukanku. Yang jelas aku belum berdoa. Berdoa untuk hidup yang begitu menyenangkan hingga saat ini.“
   Suara lengkingan masih terdengar semakin melirih. Dilengkapi dengan terjaganya manusia-manusia asing yang memecah keheningan fajar. Sudah saatnya kerja nyata atas impian yang terangkai kemarin. Maka dimulai dari pagi buta langkah kehidupan baru segera dimulai. Memimpin diri sendiri untuk mengerjakan apa-apa yang sekiranya menopang mimpi-mimpi semalam. Hari ini akan lebih bersemangat menyajikan adegan menantang karena hidup adalah sekarang. Bukan kemarin yang telah berlalu atau besok yang belum tentu arah datangnya. Beraksilah.
  Seorang bijak mengatakan “semua orang memiliki jatah waktu yang sama dalam sehari yaitu 24 jam”. Presiden memiliki waktu 24 jam dan itu berlaku untuk pengemis tua yang merangkak-rangkak dipinggir jalan dengan pura-pura tak berdaya. Petani memiliki waktu 24 dalam satu harinya yang juga berlaku pada koruptor kelas kakap. Semua orang memiliki waktu yang sama. Lalu apa yang membedakannya dari yang lain? Kesemangatan dalam melakukan aksi-aksi nyata bagi dirinya dan orang lainlah yang membedakannya. Ada orang yang masih bersantai-santai sementara tugas kantor menumpuk diatas meja. Ada pula yang membiarkan dirinya kelelahan dalam menyelesaikan novel sebagai kerja sampingan atau hobi. Seberapa penting waktu yang kita miliki dan seberapa jauh penghargaan kita akan waktu yang sudah diberikan gratis untuk kita dari Tuhan. Kita diharuskan berusaha dengan maksimal. bukan menunggu datangnya dewi keberuntungan disaat waktu sudah tidak mentolerir kelambanan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...