Langsung ke konten utama

Bangunan Islam

“Bangga menjadi seorang muslim” 

Tagline yang seringkali ada di dresscode, buku panduan mentoring, spanduk atau media informasi lain bukan tanpa alasan dipasang gedhe-gedhe. Kebanggaan menjadi seorang muslim tersisihkan oleh malunya seseorang karena asumsi bahwa agamanya terlalu mengekang misalnya dalam pergaulan. Muslim ga sih loe? Pertanyaan seperti itu perlu diajukan kalau mendengar antipati yang beralasan neko-neko.
Disini kita tidak akan membicarakan tentang komitmen seseorang yang telah mengikrarkan diri sebagai muslim. Kebanggaan sebagai seorang muslim dapat dilihat dari paham atau gak nya seorang muslim terhadap islamnya. Isinya apa aja sih sampe-sampe dibilang bahwa Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin?
1.      Konsepsi Islam
Islam diibaratkan sebagai bangunan yang kokoh dimana shalat merupakan pondasinya. Sebagai suatu pondasi yang haruslah kuat menyangga bagian atasnya, shalat menjadi parameter dari kualitas Islam secara keseluruhan. Jika banyak dari kita yang kualitas shalatnya masih berlubang disana sini, maka sudah bisa dilihat kualitas secara masyarakat luas bahwa Islam belum menyatu dengan sistem kehidupan. Apabila secara global juga memperlihatkan fenomena yang sama, kualitas islam di muka bumi makin menurun.
Terlepas dari kualitas islam di jaman serba canggih ini, shalat menjadikan Islam kokoh asalkan diaplikasikan dengan baik dan benar. Shalat dipenuhi dengan amalan-amalan yang luar biasa menyembuhkan. Diantaranya adalah anjuran untuk berjamaah dalam mengerjakannya. Dalam berjamaah akan ada silaturrahim antar sesama muslim yang dapat meningkatkan keakraban. Ketika membentuk shaf shalat pun disusun berdasarkan urutan kedatangan dimana yang datang terlebih dahulu akan berada didepan (Itu gak berlaku di Indonesia yang menempatkan pejabat di shaf terdepan).
2.      Karakteristik Islam
Islam sebagai sistem hidup memilliki karakteristik yang memudahkannya dikenal dimana-mana. Karakteristiknya benar-benar mendasar sehingga pemahaman akan islam yang kuat akan memudahkan amalan-amalan yang dilakukan seorang muslim. Karakteristik tersebut yaitu:
a.       Bersumber dari Allah
Islam diturunkan langsung dari Allah tanpa kompromi atau lobby dengan Muhammad saw (kecuali untuk jumlah shalat yang harus dikerjakan muslim). Jibril menyampaikan ajaran samawi ini pure dari Allah tanpa menambah atau menguranginya. Segala ketentuan tentang kehidupan berasal dari Allah yang tidak ada keraguan didalamnya (Al Baqarah:2). Apa yang disampaikan Nya dalam Alquran dapat dibuktikan melalui ilmu pengetahuan modern saat ini.
b.      Bersifat kemanusiaan yang universal
Kandungan Islam merupakan aspek-aspek yang manusiawi dan dapat dikerjakan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Tata cara shalat di Jakarta, Bandung akan sama dengan tata cara shalat yang ada di Moskow, Buenos Aires dan dibelahan bumi manapun. Begitupun amalan ibadah yang lain seperti zakat, puasa, haji dsb. m
c.       Mudah dikerjakan tanpa ada kesulitan sedikitpun
Ibadah dalam Islam begitu mudah dilaksanakann oleh ummat tanpa ada kesulitan berarti. Pelaksanaan shalat dapat dikerjakan dimana saja dengan tempat yang bersih dari najis dan kotoran. Seseorang dapat mengerjakannya dengan cara jamak apabila sedang dalam perjalanan. Dalam keadaan sakit pun shalat dapat dilakukan dengan duduk, telentang atau isyarat mata. Semua kemudahan ini sebagai bukti bahwa Islam bukan agama yang kolot akan aturan.
d.      Bertujuan untuk menegakkan keadilan mutlak dan mewujudkan persaudaraan dan persamaan ditengah kehidupan manusia
Banyak sekali beredar rumor di masyarakat internasional dan nasioanal akan Islam yang diidentikkan dengan terorisme. Tokoh-tokoh Islam di timur tengah menjadi kambing hitam atas sejumlah kasus terorisme internasional. Islam bertujuan untuk menegakkan keadilan, mewujudkan persaudaraan dan persamaan ummat. Pemberian perlindungan adalah tanpa memandang apakah dia muslim atau bukan. Perdamaian dunia adalah milik semua dimana Islam memiliki andil untuk mewujudkannya sesuai konteks.
e.       Bersifat seimbang (tawadhu’)
Sistem kehidupan yang dibudayakan dalam Islam mengajarkan tentang keseimbangan menjalani hidup. Dimana urusan duniawi dan ukhrawi sama-sama penting untuk diperhatikan dengan baik. Islam menganjurkan untuk beribadah, tetapi juga mengajarkan bekerja keras memenuhi kebutuhan. Keseimbangan itu sesungguhnya akan melahirkan keharmonisan ummat pada umumnya. Sehingga kepentingan pribadi tidak akan terbentur dengan kepentingan ummat karena dua kebutuhan (duniawi dan ukhrawi) tersebut akan saling mendukung satu sama lain.
3.      Kandungan ajaran Islam
a.       Pokok dan pondasi asas
Akidah dan ibadah menjadi pokok dan pondasi dalam Islam. Pokok pondasi ini adalah denyut nadi dari Islam yang melahirkan ruh-ruh relijiusitas. Akidah dan ibadah seoran muslim juga refleksi secara keseluruhan Islam itu sendiri seperti dipapatkan sebelumnya bahwa kualitas shalatnya ummat merupakan refleksi kualitas Islam secara keseluruhan.
b.      Bangunan
Sebagai sebuah bangunan kokoh dengan shalat sebagai pondasinya yang kuat, bagian-bagian lain dalam bangunan tersebut juga ada. Bagian-bagian itu berupa aturan yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia yaitu sistem hidupa, sistem politik, sistem militer, sistem kemasyarakatan, sistema akhlak, sistem perekonomian dan sistem pengajaran. Dengan meliputi seluruh sendi kehidupan, Islam sangat menyeluruh dalam meng-cover diri seseorang.
c.       Pendukung dan penopang
Selain memiliki pokok, pondasi dan bangunan yang kokoh, Islam memiliki pendukung dan penopang dalam menjalani proses kehidupan yang mustahil tanpa kendala. Pendukung dan penopang itu mencakup konsep jihad, amar maruf nahi munkar, hukum-hukum,  dan sanksi. Konsep jihad digunakan untuk mempertahankan Islam dari ancaman luar yang menginginkan kehancuran Islam. Amar ma’ruf nahi munkar teraktualisasikan dalam aktivtas sehari-hari dengan semua orang. Sedangkan hukum-hukum dan sanksi menjadikan amalan-amalan yang dikerjakan ada batasannya.
            Demikian tadi sekelumit tentang bangunan Islam yang (harapannya) dapat me-refresh fikrah kita dalam melihat agama kita secara garis besar. Kebanggaan menjadi seorang muslim patut dilahirkan dari pemahaman ummat akan agamanya sendiri. Dari pemahaman itu akan timbul kesadaran bahwa betapa sempurnanya Islam sebagai suatu sistem hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...