Langsung ke konten utama

Belajar Yakin (*lagi) Sama Allah

Saya pernah share pengalaman interview pada sebuah perusahaan multinasional. Interviewer (*yang asli orang Indonesia) menggunakan bahasa Inggris dalam melakukan sesi interview. Secara teknis saya bisa memahami apa yang dikatakan interviewer, tapi karena sedikit gugup jawaban saya malah kaku. Oh God. Performa yang pas-pasan membuat saya harap-harap cemas. Hasilnya? SAYA GAGAL. Sejujurnya saya berharap diterima demi karir yang semakin berkembang tapi apa daya, Gusti Allah belum ridha.

Beberapa bulan kemudian, saya mengikuti interview. Awalnya disambut orang HRD (yang ternyata adalah managernya), pertanyaan pertamanya adalah "Bahasa Inggrisnya aktif?" Beliau tidak bertanya skor TOEFL, kursus bahasa Inggris dimana dan pertanyaan lain berbau bahasa Inggris. Sambil menapaki tangga dan melalui pintu authorized people, saya menjawab mantap "Iya Pak". Sampai di ruang yang lumayan luas dan cozy, beliau memasrahkan saya kepada seorang perempuan cantik dan tinggi. Perempuan ini berbahasa Indonesia dengan terbata-bata hingga ia menyerah kemudian bertanya, "Is it okay for you if i'm.. ehm (*diselingi senyum) speak in English?" Hehe. Kami pun berbicara banyak hal selama 10 menit kemudian.

Tepat semalam, teman saya berkata "Saya meminta X tapi Allah gak ngabulin. Giliran saya minta yang terbaik, Allah justru ngasih X". Saya berharap diterima di perusahaan pertama, tapi Allah tidak memberikannya. Giliran saya minta yang terbaik, Allah berikan semua yang saya butuhkan. Jauh lebih baik daripada ekspektasi saya. Jauh memenuhi semua harapan saya sebelumnya.

Apakah saya begitu hebat? Apakah saya sudah profesional? Allah saja yang hebat. Buktinya, harapan saya diberikan satu demi satu. Adakalanya sekaligus dengan bonus teman baru yang menyenangkan, fasilitas hidup yang semakin baik, dan kesempatan untuk lebih berguna bagi orang terdekat saya. Apakah mudah untuk belajar yakin sama Allah? Bagi saya, itu tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa. Saya sering merasa diri tidak pantas untuk mendapatkan sesuatu yang baik. Lebih sering memaksakan sesuatu terjadi sesuai keinginan saya. Terlepas dari semua usaha untuk yakin, percayalah ketika sudah memiliki keyakinan yang kuat serta melibatkan Allah, kun fayakun. Bagi Allah, semua hal jadi serba mungkin.

Terakhir, untuk semua orang yang yakinnya sedang diuji, untuk teman-teman yang feeling useless, feeling stuck, dan kamu yang sedang menanti janji Allah yang Maha Kuasa,

.... Janganlah berputus asa terhadap rahmat Allah. Kuatkan dirimu ditengah cibiran, pertebal yakinmu untuk mendapatkan apa yang kamu butuhkan. Tanamkan dalam hati dan benak bahwa kamu layak mendapatkan yang terbaik. Tentunya dengan terus meningkatkan kapasitas diri dan berdoa....

Bukankah Allah sudah menenangkan kita dengan ayat,
~ Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sesekali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu || ar Rum : 60 ~

Yakin, percaya. Kamu layak atas harapan baikmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...