Langsung ke konten utama

Mindset tentang Detail

Saya bukan ahli detail tapi punya daya iseng yang lumayan bagus buat nemu hal² yang tidak seharusnya ada atau tidak pada tempatnya. Sejak dulu, alergi sama yang rinci-rinci atau njlimet. Udah deh mendingan capek fisik daripada ngubek-ngubek kerumitan. Sampai saya nyerah dengan analisis DCM, AUM dan teman-temannya di Bimbingan Konseling (*mungkin sekarang udah canggih bin high tech). Ditambah administrasi yang seabreg-abreg dari sebelum masuk semester baru sampai mau liburan akhir semester. Well, didukung tanpa restu orangtua finally banting setir.

Kembali ke detail. Ada pepatah, "Gak perlu menjauhi sesuatu sampai alergi karena ketakutanmu, keenggananmu mungkin akan selamanya mengejarmu. Just let it flow. Bersahabatlah dengan hal² yang tidak kita sukai". Sampai detik ini, saya belum bersahabat dengan detail hingga pemahaman itu lahir. Berbagai kemudahan justru datang dari kesulitan yang kita hadapi.

Senior agak sedih ngelihat saya yang agak bandel. "Semuanya harus kamu catet karena pasti bakal lupa. 10 style itu banyak lho. 2 style aja issue-nya banyak dan gak semuanya kelar sekali proses". Ketika ngikutin chart demi chart yang njlimet saya cuma inget, "Gak ada yang lebih menakutkan selain murka Tuhan. Ini hal baik yang mungkin mendatangkan keridhaan Tuhan terhadapmu". Sampai detik ini, otak saya masih mix and match trik mana yang paling klik dengan diri saya sembari mengingat bagaimana kebaikan demi kebaikan yang muncul selama ini. This mind is yours. Nothing happen if you're stuck here. Be brave. Be better.

Memulai hal yang bukan kesukaan kita memang sedikit menguras energi but it's okay. Setidaknya kita bisa memilih untuk belajar dari semua orang. Beruntungnya, begitu banyak pihak yang welcome dengan interupsi dari saya. Meskipun begitu saya tetap butuh waktu untuk memaknai satu demi satu poin yang ada. Saya butuh waktu untuk mencerna butiran ilmu yang ditransfer setiap harinya.

Doktrin yang saya tanamkan dalam kepala saya adalah, "Apapun yang tidak ada keburukan didalamnya akan Allah berikan jalan kemudahan. Allah berikan pertolongan dari segala arah". Saya hanya ingin berteman dengan berbagai chart, reject demi reject, dan chasing sana sini.

I know it won't be easy but i have many people who support anytime.

Andai mengingat betapa saya ogah dengan administrasi sekolah, belum jodoh untuk mengajar. Sekarang harus lebih bersahabat dengan email yang bersliweran, chart yang bikin muka kotak kaya cell di excel, atau wira wiri keliling factory demi finishnya sample-sample. I know it won't be easy but i have many people who support anytime.

Sungguh Allah Maha Kuasa, saya bersyukur dengan kesempatan terbaik yang telah dipercayakan. Tidak ada lagi beban berat dalam pikiran yang mengganggu. Walau berat, beginilah proses yang ada. Jalani, nikmati dan hargai.

👕👖

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...