Langsung ke konten utama

Hari Ibu

Apa yang kamu ingat tentang 22 Desember? Hari nasional yang ditetapkan sebagai Hari Ibu? Ulang tahun seseorang atau ulang tahunmu sendiri?

22 Desember ditetapkan sebagai hari ibu untuk memperingati momentum bersejarah perempuan Indonesia mengawali pergerakan mereka pasca kemerdekaan. Kongres Perempuan Indonesia yang diselenggarakan di Yogyakarta dimaksudkan untuk menumbuhkan nasionalisme dan kesadaran bernegara dalam diri rakyat Indonesia. Ada banyak gerakan yang digagas oleh perempuan dari berbagai lintas jaman. Cut Nyak Meutia, Nyai Ahmad Dahlan, Maria Christina Tiahahu, Dewi Sartika dan sebagainya telah mendahului eksistensi perempuan dalam aksi masing-masing. Begitu banyaknya perempuan yang telah berjasa untuk Indonesia sehingga presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu. 

Sampai hari ini saya masih saja menantikan 22 Desember setiap tahunnya. Bukan untuk hari Ibu melainkan untuk hal lain. Saya selalu menatap langit di sebelah timur ketika berada dibelakang rumah. Pada pagi hari yang sejuk, ada dua pemandangan yang harus saya saksikan. Pertama sisa puncak Gunung Slamet yang menjulang jauh dari tempat saya berdiri. Puncak yang sudah hilang akibat erupsi entah tahun kapan. Lebih sering ia tertutup kabut ketika saya jumpai pagi hari. Yang kedua, semburat sinar surya yang mulai menampakkan diri. Dipojok langit itu, matahari akan terbit tidak dari timur persis. Dalam hitungan matematis kita menemukan matahari berada pada 23,5 derajat lintang selatan. Saya menyebutnya matahari terbit dari timur menjorok ke selatan. Anehnya, saya hanya menantikan 22 Desember. Padahal ada tiga kali lagi matahari berada pada 23,5 lintang selatan dan utara yaitu Maret, Juni, dan September.
[mohon koreksi kalau ada yang salah]

Sudah seumur ini, saya masih melakukan hal-hal absurd yang mungkin tidak dibayangkan orang lain. Akan menyiksa jika kita makan oseng kangkung kemudian repot bertanya berapa orang yang menanam kangkung, bagaimana kangkung-kangkung itu dirawat, apakah menggunakan pestisida atau sejenisnya. Atau di lain waktu ketika menjumpai pasangan suami istri dalam perjalanan ke tempat kerja masing-masing kemudian bertanya dalam hati bagaimana mereka berkompromi soal parenting, urusan domestik, memaknainya sebagai isu gender masa kini dan sebagainya.

Apapun itu, saya menantikan langit cerah 22 Desember. Melihat sorot matahari pagi dan mengatakan "Itu yang saya nantikan setiap tahun dipenghujung masehi".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...