Langsung ke konten utama

20 Facts About Me



Seiring maraknya tagline #20FactsAboutMe di media sosial menarik saya untuk sedikit narsis seperti teman-teman yang lain. Mungkin ada banyak fakta lain terkait diri saya yang diketahui teman-teman selama ini. Kali ini saya agak blak-blakan menceritakan diri dan kehidupan pribadi yang perlu diketahui khalayak umum.
Tarararaaaaa :) 

©       Nama saya Jilvia Indyarti, kenapa tidak menggunakan Silvia atau Zulfia atau yang lain? Mungkin karena saya lahir bulan Dzulhijah.. J
©       Nama panggilan saya Jilvia, Indy, Pie, Jilipi, Zilvi, Jilpi, Jil dan selalu ditanya JIL? Sama orang2 yang tahu gerakan atau aliran islam di tanah air
©       Ranjang tempat saya lahir masih ada lhoo sampai saya umur 24 tahun, sampai sekarang masih kokoh dan dipakai ibu
©       Diledekin anak paklik karena mirip paklik dan kepikiran hal itu sampai saya umur 12 tahunan. Setelah wajah saya berubah dan mulai dewasa sudah terlupa dengan mudahnya. Haha
©       Pernah shalat di ruang shalat laki-laki. Padahal sudah ada tulisan jamaah laki-laki dan jamaah perempuan. #Duh Gara-gara bangun tidur dan itu pas shalat shubuh di tempat asing

©       Pacar pertama saya sudah menikah dan istrinya teman satu geng di kelas. Istrinya parahnya masih saudara sama saya..
©       Tinggi saya 153 dan semua orang gak ada yang percaya.
©       Saya kidal sejak kecil. Mati-matian gak kidal tapi susahnya minta maap
©       Tidak bisa menunggu. Pokoknya saya gak mau nunggu
©       Saya pernah jadi bungsu, so please jangan dipaksa dewasa didepan junior
©       Tingkat kepercayaan saya sama tipe kepribadian berdasarkan golongan darah gak nyampe 40%
©       Jujur itu nomor 1. Yang kedua jujur. Yang ketiga jujur, dan seterusnya jujur.
©       Perlengkapan wajib sebelum tidur is selimut, yang penting selimut entah tipis atau tebal
©       Paling gak bisa nabung. Ini agak gimana gitu. Haha
©       Saya butuh waktu 5 tahun untuk dapet ijazah strata satu
©       Masih pengen shalat di masjid terjauh dan menikmati salju di Jepang bareng suami
©       hape saya sampai hari ini masih nokia 2330c-2 tanpa bebeh, nyamnyung atau produk android lainnya
©       Selalu ditanya “kok jalan kaki mbak?” sama junior kalau ke kampus. Pertanyaan klasik yang selalu saya respon dengan senyuman lebar

©       Pengen nikah tahun depan. Mau tahun depan aja.
©       Kata favorit saya sepanjang masa adalah keluarga. Ada banyak kegagalan, keberhasilan, doa, keputusasaan, lelah dan bahagia didalamnya

      Itulah #20FactsAboutMe yang memang narsis dan apa adanya.Semoga ada hesteg serupa di kemudian hari yang merupakan sekuel dari tulisan ini. Semoga bermanfaat dan menambah kualitas pertemanan diantara kita..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...