Langsung ke konten utama

Marshmallow



Pernahkah kamu ingin melakukan sesuatu yang sangat biasa tapi tidak biasa kamu lakukan? Misalnya kamu seorang eksekutif kemudian ingin menaiki odong-odong yang berlampu kerlap-kerlip di alun-alun kota. Atau kamu seorang paling berpengaruh dalam organisasi, kantor, lembaga atau institusi kemudian ingin membeli pecel di pinggir jalan. Sesuatu yang sangat tidak biasa dilakukan memang aneh dan menggelikan. Selama itu wajar dan manusiawi kenapa tidak kamu lakukan? 

Tadi sore ada tontonan dangdut di televisi yang disiarkan oleh salah satu channel dalam negeri di rumah saudara saya. Melihat penonton yang berjubel di lapangan saya merasa menarik untuk berada diantara mereka dan melakukan analisis sosial. Ingin sekali menanyakan alasan mereka suka dangdut, artis favorit, perkembangan dangdut masa kini atau asyik bergabung dalam jogetan amatir penonton gelap. Memang sangat biasa bagi sebagian orang tetapi sangat tidak biasa dalam kamus hidup saya. Hmm, saya menonton konser terakhir kali ketika selesai tes masuk perguruan tinggi. Malam itu hujan sempat mengguyur dan membuat becek lapangan tempat konser. Penonton tetap antusias meski belepotan terkena lumpur lapangan. Sayangnya itu bukan konser dangdut melainkan konser musik pop yang biasa di gelar oleh televisi swasta di berbagai kota.
  
Dangdut musik rakyat katanya. Dangdut memiliki cita rasa yang khas bagi pemusik dan pencinta seni. Bagi banyak orang dangdut kuno dan tidak elegan. Saya respect dengan penyanyi dangdut yang selalu bernyanyi live tanpa lipsync seperti biasa terjadi di beberapa acara musik. Mereka sama totalitasnya dengan penyanyi yang memadu padankan lagu dengan dancing yang memukau. Coba bayangkan bagaimana menyanyi dengan diiringi gerak seluruh badan yang energik? Lelah? Pasti. Tidak semua artis yang mampu menyanyi sekaligus dance di atas panggung. Penyanyi dangdut pun demikian. Mereka menyanyi dalam durasi yang lama sambil berjoget dengan style masing-masing. 

Lirik lagu dangdut yang saya kenal cukup beragam mulai dari persoalan cinta, pekerjaan, hingga agama. Setiap lagu di kemas dalam nuansa yang ceria walau isinya patah hati atau penderitaan hidup. Nyawa setiap lagunya selalu membuat diri senang atau menghibur sehingga tidak terlalu berat untuk didengarkan meski kita sedang kalut.  
Saya bukan penggemar dangdut. Dari kesenian yang asli Indonesia tersebut saya mencoba menelaah bagian positif darinya. Belajar dari dangdutlah dalam hal kesemangatan dan keceriaan karena setiap lagunya dipenuhi tepukan kendang yang penuh power. Belajar dari dangdutlah dalam hal kejujuran dan profesionalisme karena dari penyanyi dangdut kita diajari untuk jujur dan profesional dalam pekerjaan. Mereka jujur dengan suara mereka yang terdengar false karena harus bergoyang ke seluruh penjuru panggung sepanjang lagu diperdengarkan. Mereka tahu bagaimana memuaskan penonton sehingga mereka tidak mengandalkan suara tetapi juga goyangan. Belajar dari dangdutlah dalam menginternalisasi sisi relijiusitas karena mereka tetap menghadirkan Tuhan dalam lagu mereka. Sederhana memang, menyebutkan Tuhan atau sekadar merapalkan doa-doa dalam lagu. Namun begitulah cara kita menghadirkan Tuhan dalam aktivitas kita.

@Jakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...