Langsung ke konten utama

Karena Dia Tidak Hanya Hidup Denganmu

Apakah kita terlalu sering mengharapkan dia untuk begini dan begitu? Mereka harus melakukan ini dan itu. Menetapkan standar yang semestinya mereka lakukan karena telah begini dan begitu kemarin? Mereka harus memilih ini dan meninggalkan itu. Lulus di tahun kesekian, bekerja di suatu tempat, atau menikah dengan siapa. Semua atas penilaian dan standar yang kita berikan.

Apakah berharap kepada orang lain seperti menanamkan apa yang kita persepsikan terjadi dan dilakukan oleh mereka?

Kita berharap orang ini begini dan begitu karena ia telah begini dan begitu. Padahal dunia berubah, jarum jam bergerak, bumi berotasi. Perihelium pada akhirnya berlalu hingga suatu hari dipenghujung tahun kita akan sangat jauh dari matahari.

Segala yang kita harapkan dari orang lain untuk dilakukan dan dipikirkan terlihat memaksa bukan?

Bacaan mampu mengubah pemahaman yang kemudian melandasi perubahan perilaku. Kawan diskusi menambah wawasan, mengajari seseorang menilai karakter, membelajarkan kedewasaan sikap bahkan mengubah pandangan hidup yang prinsipil. Pun peristiwa yang datang silih berganti akan sangat membekas bagi dirinya untuk bersikap sesuai tuntutan hidup.

Ia bersamamu. Mereka tidak pernah meninggalkanmu. Menemukan banyak pengalaman dan mengukir berpuluh kenangan. Ia menemani disaat tersulit. Mereka mengusap airmata diujung derita. Sayangnya, ia ada ditengah-tengah milyaran manusia. Mereka memiliki kamu yang lain di tempat lain. Bukan hanya dengan kamu seorang. Ia bisa berubah dan perubahan itu tidak hanya berasal dari kamu.

Ada yang bilang bahwa berharap kepada manusia harus siap dikecewakan. Mereka bisa berbalik arah, berpikir hal lain, atau sama sekali tidak mempersoalkan harapan yang kita kembangkan. Maka berharap kepada Tuhan lebih membahagiakan. Merengek dalam renungan panjang di waktu-waktu terbaik malah membuat Nya makin mencintai kita.

Apakah kita masih berpikir ia hidup hanya untuk  kita? Kadangkala itu benar. Terlebih banyak salah karena ada orang tua yang sekarang harus dirawat dan diperhatikan seperti kita kecil dahulu. Ada anak-anak yang memanja dipenghujung jam kerja saat ia masuk rumah. Setumpuk kertas yang menyita waktu dan energi tidak mungkin ditinggalkan hanya untuk menyenangkanmu.

Serupa pohon rindang yang teduh di tanah lapang nan hijau. Ia bisa saja menerima anak kecil yang menumpang duduk dibawah sejuknya dedaunan yang rimbun. Kemudian mereka menyandarkan sepeda mereka pada batangnya dan berlarian disekitarnya karena merasa nyaman bermain.

Lain kali kawanan burung menghinggap sampai bertelur dan menetaskan anak burung yang lemah. Bukankah menyenangkan ada kicauan setiap saat dari anak burung yang masih belum sanggup terbang menemani induknya menjelajah bumi?

Berbagi hidup dengan mereka yang membutuhkannya akan lebih membahagiakan daripada memintanya hidup hanya untuk kita. Bahwa Ia memberikan kebahagian pula untuk orang lain bahkan mahluk lain. Apakah kamu merasakan kebahagiaan berbagi?

Biarkan mereka memberikan perlakuan terbaik untuk memaknai kebaikan dalam sikap. Mereka butuh menuangkan kesegaran ide pada orang di jalanan. Sesekali kamu pun perlu untuk menemani mereka menjadi diri mereka sendiri. Terlepas dari sangkaanmu akan mereka selama ini.

Karena dia tidak hanya hidup denganmu, berbagilah kebahagiaan yang kamu peroleh meski kamu baru mendapatkan sedikit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...