Langsung ke konten utama

Untuk Respati Oktaviani

Selamat menapaki angka yang baru di tanggal yang serupa seperti tahun lalu dan tahun yang sebelumnya. .

Banyak hal telah berubah begitupun dengan ukhuwah yang semakin menampakkan kekuatannya karena diuji realitas. Hidup memanggil kita untuk mengerjakan segala sesuatu yang memang berbeda dari kemarin. Jika persamaan adalah bonus dari kekerabatan, maka perbedaan adalah rahmat dari semua yang kita dapatkan dari Nya. Tidak ada yang salah dengan perbedaan jalan hidup di masa depan. Yang salah adalah ketika pertalian itu tiba-tiba memutus tanpa sebab yang sama-sama dipahami dan ketidakmengertian mendominasi. Mungkin waktu juga yang mengajarkan pengertian hati atas pilihan masa depan yang kita ambil masing-masing. Karena kitapun tidak tahu, pilihan itu akan mengarahkan jalan kita kemana dalam rupa apa.

Di deret angka yang semakin mantap pastilah disuguhi aneka rupa tanggungjawab dan peran ganda. Hasil dari proses panjang pembelajaran mulai menampakkan rupanya. Ada sebagian yang tidak bermasalah dengan pendewasaan tetapi sebagian mengalami dilema yang menggelikan. Seolah kemarin masih lekat dan enggan beranjak padahal kereta mesti berangkat karena sudah waktunya bergerak. Saya berpikir tengah berada dalam kumpulan mereka yang belum mengerti alasan dibalik menurunnya 'kualitas' hubungan antara dua manusia. Semua praduga positif masih berkeliaran aktif menguatkan persepsi. Pada akhirnya kamu harus dewasa pada waktunya. Kembali menjalani hidup yang lebih baik dengan rencana-rencana yang sudah direka ulang.

Saya pikir akan tiba suatu masa dimana mata kita saling bertemu tetapi hanya tegur sapa resmi yang terjadi. Akan tiba suatu masa dimana jabat tangan menjadi hambar dan senyum terlempar datar. Pada saat itu kita berdua sama-sama paham bahwa begitulah hidup membawa diri kita. Ketika mozaik kemarin milik kita, adakalanya mozaik hari ini bukan lagi kepunyaan kita melainkan kepunyaan saya dan mereka atau kamu dan mereka. Kita sadari hal itu dan sudah tidak ada lagi hati yang tergores akan ketidakberfungsian euforia.

Selamat menapaki usia dengan karya yang semakin realistis. Tahapan hidup yang saya pun sebenarnya sudah menapakinya tahun lalu. Kamu kembali bertemu dengan keluarga yang masih mengharapkan takdir dan nasib terbaik untukmu. Sedangkan apa-apa yang kamu kerjakan sekarang sudah memikirkan apakah bisa membahagiakan secara ruhiyah bagi mereka atau tidak. Ilmu yang dicari kemarin bukankah sudah menunjukkan manfaatnya perlahan demi perlahan? Apakah itu semua sudah cukup untuk membuatmu bersyukur?

Bagimu, semua titik tolak hidup dimulai hari ini. Mereka ulang catatan impian. Merencanakan gerak untuk hidup dan kehidupan. Memaksimalkan semangat berbagi dengan sesama. Mengerjakan tugas yang belum terselesaikan. Menyodori diri dengan sejumlah tanggungjawab baru. Mengemasi kotak kenangan kemarin dan menggesernya dengan kotak yang baru. Ya. Kotaknya berganti rupa dan isi. Sekarang menjadi lebih sederhana namun jauh lebih bermakna. Bukan berarti ada kotak baru, kotak yang lama dilupakan begitu saja. Tetapi peran kotak baru diperlukan hari ini. Lalu saya dimana? Biarkan waktu yang menjawab dengan bijak.

Egois sekali ya jika membicarakan hidup hanya tentang saya dan kamu. Ada banyak sosok yang semestinya mendapatkan ruang untuk dikisahkan dengan lengkap. Mari berbagi dengan mereka, sekali lagi “Selamat merayakan hidup. Semoga Allah lebih mencintaimu dan menjadikan cintamu kepada Nya membahagiakanmu dan banyak manusia. Selamat melanjutkan hidup dengan orang-orang pilihan yang luar biasa. .”

*Untuk Saudari yang Luar Biasa Respati Oktaviani*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...