Langsung ke konten utama

Semangat


Deret pelangi mengurai warna putih menjadi tujuh sektor. Tak bermaksud membedakan antara kilau merah dan kuning, tetapi menimbulkan keragaman dari indahnya perbedaan yang ada dalam sketsa hidup. Beralih pada satu kenyataan yang semestinya jadi cambuk untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi, semua peristiwa adalah skenario yang harus dimainkan dan dihayati. Kehadiran orang orang yang berpengaruh dalam naskah ini adalah takdir yang terencana dalam kitab kejadian Nya. Merangkum seluruh kehidupan umat hingga apapun yang aku dan kamu perbuat hanya sebagian kecil dari rencana besarnya.

Sinar mentari muncul lagi menyambung parade pelangi diakhir hujan mini. Dia merangkul awan untuk beriringan safari keberbagai penjuru negeri. Mengulang kejayaan disaat terang mencapai bumi. Meronakan senja yang lemas oleh keluhan hari dan malam, lalu aku tersadar kalau sekarang adalah waktu untuk menambah lurusnya keyakinanku.

Inilah hidup. Kau hilang dan dia datang, menciptakan sedikit cerita yang akan menghapus sebagian dari teks kita yang cukup menyakitkan. Aku lelah. Tetapi dia menginspirasi sendi terpeka dalam batinku. Entah harus jujur atau memang ini adalah kemauan Nya. Relakan saja apa yang telah ada untuk menjadi seorang sosok yang lebih bertanggungjawab. Cerdas intelektual pun terlalu miskin untuk muncul dan berbicara tentang hidup. Maka otakku berputar dengan cepat dan menemukan satu kesimpulan, hausnya aku akan ilmu ukhrawi menuntunku pada keputusan pasti yaitu belajar dengan lebih banyak lagi.

Semarang, 22 mei 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Keep Silent

Cuaca lumayan terik diangka 11.20 am dengan banyaknya calon penumpang di halte TransJakarta. Lebih dari 5 bus yang bertuliskan "TIDAK MELAYANI PNP" melaju tanpa berhenti. Sempat berpikir bus yang saya tunggu tidak beroperasi hari itu. Namun saya yakin ada bus yang beroperasi ke lokasi yang saya tuju. Seorang ibu menjinjing tas berdiri dibelakang saya. Ia sempat menanyakan bus yang ditunggu dengan sedikit kesal. Berusaha menyalurkan kekesalannya dengan komentar yang tidak perlu kepada calon penumpang lain. Ia mengeluhkan bus yang tidak secepat yang diharapkan. Padahal belum menunggu lebih dari 5 menit. Beberapa penumpang lain yang datang hampir bersamaan dengan saya bahkan sudah menunggu lebih dari 10 menit. Mereka cemas menunggu tetapi mampu menahan diri untuk tidak protes dan mengeluh. Seorang pria membunuh kebosanan dengan bermain smartphone. Mbak-mbak dengan tas cangklong celingukan melihat setiap bus yang terlihat dari kejauhan. Yang lain terus melihat jam tangan, menghe...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...