Langsung ke konten utama

Keputusan


Banyak hal yang membuat kita jatuh, tersakiti, lemah hingga menitikkan airmata. Mengawali perjalanan berliku dari balik kampus. Keputusan yang harus dipikirkan secara matang dan penuh dengan adegan dilematis. Saya berpikir praktis saja, bahwa kehidupan tidak mudah dibeli dengan angka 3,7.. 3,8.. bahkan 4,00. Ini hanya salah satu cara bagaimana kita mengambil jalan yang sedikti berbeda dengan tujuan sama seperti orang lain.

Inilah jalan yang tidak dilalui oleh sebagian besar orang . ada yang memandang bahwa apa yang diperbuat, apa yang diteriakkan adalah sia-sia karena memang tidak ada kaitannya dengan jalan hidup pada umumnya. Tetapi ini bukan soal hasil akhir. Bila pada suatu saat kehidupan saya terlihat tidak lebih baik itu hanya nampak dari luar. Jika kehidupan saya jauh lebih buruk dari kehidupan orang lain maka dengan tegas saya pekikkan “ saya tidak menyesali waktu yang terlewatkan di terik matahari jalanan. Saya tidak menyesali waktu yang saya korbankan untuk sekadar menghadiri forum diskusi dengan teman-teman saya. Dan saya tidak akan menyesal dengan waktu yang terbuang untuk memikirkan hal-hal besar.

Inilah sebuah narasi yang sempat dituliskan dalam suasana tegang ujian akhir semester. Ketika mimpi itu meletup-letup di angkasa sebagai warna-warni langit. Aku terjaga dari nyamannya berbagai fasilitas yang melenakan. Bersedia untuk ditinggalkan satu per satu teman ujian yang lain. Dan tentu saja, rela untuk terasing dari euforia kehidupan kampus pada umumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...