Langsung ke konten utama

It's time to REUNI


Gengs, pernah gak dateng ke acara reuni ternyata suasananya gak serenyah yang dibayangkan? Ngobrolnya cuma dua orang tiga orang, fokus ke smartphone masing² atau diisi dengan obrolan yang gak penting² banget buat dibahas.

Ajang silaturahmi yang diharapkan keberkahannya justru menjadi momok bagi sebagian orang. Apa aja sih yang bisa kita siapkan buat dateng ke reuni selain budget dan bawa diri? Let's check the most important things to make our REUNI feel awesome..

1. Memulai dengan yang ringan. Lama gak ketemu teman lama, bukan lantas kita bisa langsung menodong teman kita dengan pertanyaan berat. Mulailah dengan menanyakan perjalanannya sampai ke lokasi reuni, bertanya kabarnya, wajah yang lebih segar atau menanyakan kehadiran teman yang lain. Sajian pembuka yang ringan bisa membuat teman kita merasa disambut dan menciptakan suasana hangat bersahabat.
2. Hindari isu sensitif. Pertanyaan klasik seperti "kamu belum punya anak? Rencananya kapan?", "kerja dimana kamu sekarang? Gak kedengaran kabarnya di sosmed", atau "mau nikah kapan sih? Nyari yang gimana lagi?". Better to you enjoy the time and let them share their private things by themself. Gak perlu ditanya dengan penuh semangat. Kalau mereka berkenan membagikan pengalaman mereka, kita pun akan nyaman berbincang hal² yang sensitif agar tidak menyinggung perasaan. Kamu feel OK, aku feel OK dan kita feel OK. Is it right? 
3. Tetap bersikap netral. Proses hidup setiap orang adakalanya berbeda. Ada yang kebetulan sedang berlimpah rejekinya, ada yang sedang bermasalah dalam karirnya. Mungkin kita sedang berusaha menyembuhkan anggota keluarga yang sakit kronis dan butuh dana besar. Disaat yang bersamaan teman kita baru pulang umroh. Dalam hal ini, bercandalah tentang hal² diluar diri yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi seseorang. Biar teman kita atau kita sendiri tidak merasa kecil hati atau minder.
4. Doakan. Ada banyak orang dengan jalan hidup yang berbeda. Mari doakan mereka yang sudah baik hidupnya agar semakin baik kedepannya. Lebih-lebih mereka yang masih berjuang atau sedang menyelesaikan poin besar dalam hidupnya. Doakan diri sendiri, doakan teman sendiri. Doakan semua orang.

Karena reuni yang baik bukan soal venue yang instagram-able, bukan pula tentang banyaknya teman yang datang. Reuni yang baik membuat mereka yang datang menanti reuni selanjutnya. Mereka akan bertanya "Tahun depan tetap reuni kan?" Maka tidak ada yang lebih indah selain diharapkan kehadiran kita oleh teman-teman kita. Iya kan?

Selamat Reuni!! 🙇🏻‍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...