Langsung ke konten utama

Monolog kepada Tuhan

Saya tidak pernah meminta untuk begitu menikmati hidup yang menakjubkan ini karena saya hanya ingin hidup yang tidak biasa. .

Tuhan,
Saya punya banyak mimpi dan harapan. Kelak saya akan bercerita kepada seluruh manusia tentang pemandangan hidup yang begitu menyenangkan dan mengharukan.

Yah, Kau rupanya baik sekali Tuhan. Menceritakan sifatmu lewat ujian yang membuat dag dig dug tidak keruan. Aku paham. Saya mengerti. Ya, ujian itu datang dengan rupa yang kadang melenakan. Saya menangis. Saya lupa. Saya tertekan. Saya terharu. Saya mengeluh. Tapi hanya Engkau yang tahu. Bagaimana buruknya saya dikala jenuh, kecewa, marah dan sedih. .

Life is an adventure kata iklan
Saya menemukan banyak pengalaman, hiburan, putus asa, jurang dan hidayah
Sinar itu datang dikala fajar menjelang dan bulan tidak akan lupa untuk memunculkan dirinya jika saya hilang arah. Saya menemukan banyak orang yang sungguh mencengangkan.
mereka yang lebih memilik untuk terjaga disaat malam. Setia menemani anak muda untuk bertemu dengan pialanya. Merasakan ancaman drop out dari institusi. Memilih untuk memikirkan umat daripada tuntutan lulus.

Mereka yang menggadaikan nama baik demi idealisme. Yang berlapar-lapar ria sementara pejabat menikmati premium bersubsidi. Mereka yang menyerahkan harta benda dan waktunya kepada sisitem yang mereka pikir mampu membawa kebaikan bagi negeri.

Tuhan,
tolong jelaskan kepada saya bagaimana alasannya saya bertemu dengan manusia-manusia tangguh itu. Tolong terangkan kepada saya bagaimana mereka muncul di dunia ini. Saya pernah merasakan panasnya ibukota diatas jalanannya bersama mereka, membicarakan masa depan negeri ini bersama mereka, mengeluhkan penderitaan banyak orang dalam perspektif ilmu mereka.

Lihatlah bagaimana pemikiran syaa dibesarkan dalam nuansa heroik generasi muda. Yang idealismenya memaksa generasi tua untuk mencemooh. Yang kerjanya dupuji masyarakat karena begitu berani.

Hari ini saya masih muda. Mengalami era idealisme dan menuntut eksistensi. Mereka pernah muda, menikmati masanya seperti saya hari ini. Masa muda mereka telah dinikmati kemarin hari. Kebijaksanaan merambah nalar dan emosi. Tapi saya belum menjadi tua hari ini, jadi alangkah lucunya memaksa saya meninggalkan idealisme saya.

Saya belum menjadi tua dengan berlimpah pengalaman, dijalan ini saya butuh banyak belajar. Saya pastikan. Saya belum menjadi tua dan terpaksa bijak dengan perolehan saya.
Ya sudahlah, matahari sudah meninggi diatas kepala. Rakyat telah bertanya, masihkah memperjuangkan nasib kami?

Kenyatannya urusan dalam negeri bangsa ini belum semuanya teratasi. Bobroknya sistem pelayanan publik yang mengadakan pungutan liar. Mental-mental prajurit negara  semakin lupa dengan penderitaan rakyat. Mereka [rakyat] memang tidak kelaparan, sudah bersekolah hingga pendidikan tinggi, mereka jauh lebih sehat dan terpenuhi gizinya. Banyak yang menerima manfaat dari berbagai fasilitas yang diberikan negara tapi itu di pulau Jawa. Negerinya kaum kapitalis negeri ini..

Tapi itu di wilayah tertentu dari Pulau Jawa. Di Jatim masih menggenang lumpur Sidoarjo. Di Jabar masih juga kekeringan dan banjir. Jateng cukup menikmati pancaroba yang tidak menetu, harga pupuk yang melambung. Perkembangan generasi muda yang unpredictable.

Siapa yang bergelut dengan panas, dingin sedangkan hasilnya berwujud gedung mewah dan perumahan dikawasan pertanian. Sudsidi yang tidak tepat sasaran. Alih-alih mengklaim 7,1 % pertumbuhan ekonomi Jakarta, aliran sungai ciliwung masih pekat menghitam. Gubug-gubug liar menjamur disepanjang alirannya.
Tuhan,
saya heran mengapa mesti tahu semua ini padahal untuk mengubahnya membutuhkan waktu. Saya membutuhkan jawaban melalui pengalaman. Turun ke jalan besok atau tidak??

#at16oktber2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...