Langsung ke konten utama

The Power of Saying NO

Setiap orang pernah berada dalam kondisi tidak bisa mengiyakan permintaan orang lain. Dalam kehidupan yang serba mudah tanpa disadari, rasa tidak enak kepada teman sejawat atau atasan seringkali membuat kita melakukan hal-hal yang tidak kita kehendaki. Diantaranya adalah hange out ditengah kondisi keluarga tengah berhemat atau membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan karena dipaksa teman. Patti Breitman dan rekannya pernah membuat terbitan dengan judul 'How to Say No Without Feeling Guilty' yang berisi tentang salah satu bentuk assertive training. Mereka memberikan inspirasi dan masukan agar seseorang dapat menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya tanpa merasa bersalah dan tidak enak kepada orang lain. Tulisan ini membuat kita sadar bahwa mengatakan TIDAK bukan berarti sebuah bencana bagi suatu hubungan.

Kata TIDAK merupakan hal yang sangat sulit dilakukan terutama bagi mereka kaum melankolis. Mengapa sulit? Karena kata TIDAK memiliki kekuatan yang membahagiakan dan membahayakan. Kita bahagia jika menolak ajakan teman untuk makan siang ditengah masa berhemat. Dikatakan membahayakan karena kata TIDAK berpotensi menyakiti perasaan orang lain yang berharap kepada kita.

Meskipun memiliki dua sisi berkebalikan, adakalanya kita harus mengatakan TIDAK agar kita dapat menyelesaikan urusan yang lebih mendesak untuk dilakukan dan itu dianggap lebih membahagiakan daripada harus melakukan sesuatu tanpa perasaan ikhlas. Apabila kita melakukan sesuatu dengan terpaksa, kita menjadi terbebani oleh hal tersebut. Makan siang yang semestinya mampu mengembalikan energi justru menambah hal yang tidak diinginkan. Dengan mengatakan TIDAK, kita dapat memangkas segala kesibukan, menciptakan waktu luang dan kepuasan untuk melakukan target kita.

Sekalipun saya belum menemukan penelitian yang mendukung, namun kata TIDAK menjadi bentuk penolakan paling sarkas dan jahat bagi sebagian orang. Dibalik anggapan jahat tersebut, kita tentu memiliki alasan yang masuk akal. Pada prinsipnya sesuatu yang dikerjakan dengan penuh keikhlasan akan berbuah manis. Seperti kita dengan senang hati memberikan sebagian bekal makan siang kita kepada teman sebelah. Kita menjadi lebih akrab dengan mereka dan berpeluang membuka hubungan yang lebih berkualitas. Mengatakan TIDAK pun harus diungkapkan dengan tegas. Kita tidak boleh plin plan dalam menolak. Penjelasan yang masuk akal akan membuat orang lain merasa fair.

Breitman memberikan masukan  bermanfaat bagi mereka yang ingin belajar mengatakan TIDAK dengan lebih baik. Ada 5 hal yang harus diperhatikan agar kita lebih siap mengatakan TIDAK. Kelima hal tersebut yaitu:
1. Semua orang pasti pernah kecewa.
2. Belajarlah untuk menerima jawaban TIDAK.
3. Belajar dari orang lain.
4. Katakan saja.
5. Tirulah orang lain sampai bisa.
Nah, awalnya memang sulit dilakukan. Akan ada rasa canggung, tidak enak hati, takut dan perasaan semacam itu. Tetapi kita bisa memilih untuk terus belajar. Semakin kita memahami konsepnya, kita lebih siap untuk melatihnya step by step.

*tulisan ini sepenuhnya hasil dari membaca dan mengambil poin besar, kalau terasa sangat text book saya mohon maaf :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...