Langsung ke konten utama

Hasil Sharing dengan Guru BK


Sunarto dan Agung Hartono (2002:) menyatakan bahwa karakteristik kehidupan pendidikan dan karir remaja ditandai dengan munculnya minat yang jelas terhadap suatu jenis pekerjaan tertentu. Remaja SMP mulai mengenal sistem baru dalam sekolah sehingga mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang beraneka ragam. Kompleksitas situasi yang harus dihadapi remaja SMP tidak sama dengan remaja SMA yang sudah dituntut untuk menentukan minat terhadap penjurusan di sekolah.

Dalam tahapan perkembangan karir Super dan Jordaan, usia 15-17 (tahap tentatif) merupakan usia dimana remaja mulai memperhitungkan kebutuhan, minat, kapasitas, nilai, dan kesempatan dalam hidupnya. Hal ini didukung oleh Keating (dalam Syamsu Yusuf:2009) yang menyatakan bahwa seorang remaja dapat memikirkan masa depannya dan mengetahui bagaimana cara untuk memperoleh masa depan yang diharapkannya.

Remaja di Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki dua pilihan yang dapat diambil setelah lulus. Yang pertama yaitu melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Pilihan ini diambil untuk memperoleh kesempatan yang lebih banyak dalam mendapatkan pekerjaan yang diinginkan misalnya SMA untuk remaja yang ingin melanjutkan ke universitas dan SMK untuk remaja yang ingin memperoleh bekal keterampilan lebih banyak. Pilihan kedua yaitu bekerja di berbagai sektor perekonomian.

Berdasarkan data yang dimiliki guru BK SMP Negeri 1 Majenang pada tahun 2010/2011 menunjukkan bahwa ada 239 siswa pada akhir tahun pelajaran yang lulus dari SMP Negeri 1 Majenang. Terdapat 216 siswa (90%) yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi  sedangkan yang tidak melanjutkan ada 8 siswa (3,4%). Sisanya sekitar 23 siswa belum diketahui kelanjutan studinya. Studi lanjut siswa tersebar di 26 sekolah yang ada di dalam dan luar wilayah Jateng. Alumni SMP Negeri 1 Majenang masuk di 15 SMA di Jateng, 2 SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta, 2 SMA dan Pondok Pesantren di Jatim, 6 SMA di Jabar, dan 1 SMA di Jabodetabek.

Sedangkan data pada tahun 2011/2012 menunjukkan bahwa ada 256 siswa pada akhir tahun pelajaran yang lulus dari SMP Negeri 1 Majenang. Terdapat 255 siswa yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (99,6%) sedangkan yang tidak studi lanjut terdapat 1 orang (0,4%). Studi lanjut siswa tersebar di 39 SMA di dalam dan luar wilayah Jateng. Alumni SMP Negeri 1 Majenang masuk di 23 SMA di Wilayah Jateng, 2 SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta, 2 SMA dan Pondok Pesantren di Jawa Timur, 8 SMA dan Pondok Pesantren di Jawa Barat, 2 SMA di Jabodetabek, 1 SMA di Luar Jawa dan 1 belum diketahui sekolahnya.
Kecenderungan dari tahun 2011 hingga 2012 mengalami peningkatan pada alternatif pilihan sekolah. Lulusan SMP Negeri 1 Majenang dapat diterima di banyak sekolah swasta dan negeri baik di dalam atau di luar Wilayah Jateng. Semakin banyak pilihan yang diambil oleh alumni mengindikasikan kualitas yang semakin bagus mengenai wawasan studi lanjut yang dimiliki oleh siswa. Hal ini menunjukkan keberhasilan guru BK dalam memberikan layanan karir pada siswa.

Hasil wawancara dengan Guru BK tentang studi lanjut alumni SMP Negeri 1 Majenang menggambarkan kondisi yang baik. Siswa yang melanjutkan studi sebagian besar dapat diketahui keberadaannya. Siswa yang tidak dapat melanjutkan studi mayoritas dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan sedangkan faktor lain karena pandangan orang tua atau keluarga yang belum sepenuhnya sadar akan kebutuhan pendidikan dalam mendapatkan pekerjaan.

Pemberian layanan karir selama ini disajikan dalam bentuk layanan klasikal oleh guru BK yang berjumlah 2 orang. Untuk memberikan pemahaman siswa, guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat kliping tentang SMA atau pekerjaan di sekitar. Tugas lain berupa presentasi dan penampilan slide informasi tentang SMA yang dapat dimasuki siswa setelah lulus dan wawasan seputar Perguruan Tinggi.

Terbatasnya layanan yang diberikan menyebabkan minimnya informasi yang didapatkan siswa. Pemahaman siswa terhadap studi lanjut dipahami secara kognitif sebagai pengetahuan. Variasi pemberian layanan yang diberikan guru dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap pentingnya memahami kelanjutan studi sebagai acuan dalam memperoleh kesempatan karir yang lebih baik. Hasil penelitian Yousy Sischa P (2012:108) menunjukkan bahwa motivasi siswa dalam melanjutkan studi meningkat dengan memberikan layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas IX B SMP Negeri 2 Donorojo Pacitan Jawa Timur.

Maka dari itu Guru BK SMP Negeri 1 Majenang mengharapkan adanya variasi layanan yang diberikan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang studi lanjut. Misalnya dengan mengadakan kunjungan ke pabrik atau bengkel, sekolah, pasar atau tempat yang menggambarkan bagaimana pekerjaan itu dilakukan. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan pemamahan siswa akan karir yang nantinya akan diambilnya sebagai pilihan hidup. Selain variasi layanan yang diberikan oleh guru BK, dukungan sistem juga sangat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan bimbingan dan konseling terutama dalam bidang karir di SMP Negeri 1 Majenang.

Komentar

  1. untuk alumni angkatan 1992, kabarnya ada dimana ya

    BalasHapus
  2. untuk alumni angkatan 1992, kabarnya ada dimana ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...