Langsung ke konten utama

Buku Tulis Putih Biru

.. Hai teman, apa kabar? Lama tak kudengar suaramu. Apa harimu bermentari, apakah malammu dihiasi mimpi? ( 🎶 Hai by Monita Tahalea)

Duluuuu sekali, lebih dari 10 tahun yang lalu sekolah paling kece itu membuat aturan murid membeli buku tulis dari sekolah. Dengan penuh antusias, murid membeli dan memberi nama buku mereka masing-masing. Saling memamerkan dengan anak sekolah sebelah dan tentu saja membanggakan almamater sendiri.

Duluuuu sekali, lebih dari 10 tahun lalu. Disalah satu ruang kelasnya yang berseberangan dengan ruang guru, cerpen-cerpen ala putih biru tercipta dengan lancarnya. Obrolan tentang Sassy Girl Chun Yang atau Itazura Na Kiss menjadi trending topic setiap hari dari bintang kelas.

Sejarah adalah salah satu dari subject yang saya minati. Mind map dari keseluruhan konsep memenuhi buku oranye nyentrik tersebut. Sesekali dihiasi informasi menarik diluar konteks materi yang dipaparkan. I love history so much. Meski otak saya terbatas mengingat detail peristiwa bersejarah, dongengan masa lalu selalu membuat mata membelalak. Entah itu kudeta, silsilah raja-raja Hindu/Budha, atau bebatuan prasejarah yang berbeda nama dan bentuknya.

Duluuuu sekali, tidak pernah berpikir 'who am i?' Masalah terbesar adalah pelajaran dan tugas matematika. Sesekali guru yang galak dan kurang mengasyikkan dalam pemberian materi. Haha. Jujur sekali. But that's true. Saya mengalami sendiri menjadi murid dan guru. Tahu bagaimana tipikal guru yang dirindu atau membuat stres ketika membagikan ilmu. Bermimpi menjadi guru tidak pernah terbayangkan, tahu-tahu menyandang gelar S.Pd. Kadang hidup memang tak tertebak.

Satu demi satu orang yang dulu saya jumpai setiap hari bermunculan dengan wajah lama mereka. Teman satu bangku, guru-guru yang cantik, dan orang memukau yang terlihat manis dari kejauhan. Lalu ada sepeda yang terparkir rapi disebelah lapangan basket, meja-meja yang sempat menjadi alas tidur ketika Perjusami, atau pohon rindang dipinggir halaman yang jadi tempat berteduh ketika berseragam PKS saat upacara bendera.

Apa yang mereka lakukan sekarang? Bagaimana hidup mereka? Apakah ingatan yang muncul ketika bertemu dengan saya? Berapa kali mengunjungi sekolah usai lulus tahun 2006? Semoga mereka baik-baik saja, begitupun saya.

... dimanapun kalian berada kukirimkan terimakasih untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah. Kau melukis aku.. ( 🎶 Monokrom by Tulus)

Memandangi wajah-wajah yang entah seperti apa hari ini, menyadarkan diri dari rutinitas. Itu sudah lama sekali. Akhirnya, tidak ada hadiah paling indah untuk masa lalu selain hidup sebaik-baiknya hari ini dan disini. Bagaimanapun rupa hidup kita, bukankah kita sangat layak untuk hidup sebaik-baiknya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...