Langsung ke konten utama

Sudut Ar Rahman



Rasanya seperti hendak menuangkan teh ke dalam cangkir tetapi cangkirnya tidak ada. Meski ada gelas, mug, atau yang lain, tidak sama maknanya dengan cangkir. Dan ketiadaan melemparkan diri dalam sudut-sudut Ar Rahman. Memaksa logika keimanan terbangun kokoh. Sekecil apapun titik kebahagiaan, Ia akan merangkai lingkaran penuh satu demi satu

Subhanallah
Alhamdulilllah
Laailaahailallah
Allahu Akbar

Janji Allah pasti ditepati. Kebahagiaan mutlak turun bahkan sebelum hujan mengguyur bumi yang kerontang karena kemarau. Dinginnya masih terasa di ujung jari kaki. Semua kebahagiaan meluap, syukur tumbuh perlahan sementara matahari perlahan naik melewati kaki langit.

Memang benar, sekecil apapun kebahagiaan dan kebersamaan yang kini tersedia tidak akan membuatmu sedih berlarut-larut. Kamu bahagia seperti mereka karena Allah telah memenangkanmu dan menunjukmu untuk bahagia 100%. Kesepian hanya milik mereka yang miskin hati. Sedangkan kesendirian tetap milik mereka yang tidak punya pilihan. Bukankah kamu selalu punya pilihan untuk bahagia?

Inilah persembahan untuk orang-orang terbaik dalam hidup. Tak perlulah membicarakannya di hadapan seluruh manusia. Tak perlulah menunjukkan ini dan itu. Karena penduduk langit telah memuliakan mereka dengan permohonan yang telah naik bersama airmata kesungguhan.

Akhirnya setelah lima kali putaran bumi mengelilingi langit, toga bergeser ke arah kanan. Menyelesaikan satu jenjang pendidikan untuk melangkah mencari ilmu yang lebih banyak di bumi Nya. Allah benar-benar menepati janji.

@Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...