Langsung ke konten utama

Peranan Psikologi Pendidikan dalam Pembelajaran


Dunia pendidikan selalu diwarnai dengan karakteristik peserta didik yang beraneka ragam. Sebagai pribadi yang unik, peserta didik memiliki potensi masing-masing yang tidak dapat disamaratakan dengan peserta didik lain. Oleh karena itu dalam memberikan materi pembelajaran dikelas, guru sudah selayaknya memperhatikan keberagaman peserta didik yang diampunya. Psikologi pendidikan ada ditengah-tengah tenaga pendidik untuk memberikan dasar bagi seorang tenaga pendidik menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkembangan peserta didiknya.
1.    Tujuan Pembelajaran
Psikologi pendidikan memberi kontribusi penting dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh pendidik dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Psikologi pendidikan memberikan bimbingan tentang cara-cara merumuskan tujuan pembelajaran. Pakar psikologi tujuan pembelajaran hendaknya menyatakan apa yang peserta didik mampu lakukan dan apa yang akan peserta didik itu lakukan jika diberikan kesempatan.
2.    Karakteristik  peserta didik
Dengan memperhatikan pengaruh  dari internal individu, psikologi pendidikan memberikan kontribusi dengan cara membantu pendidik memperhatikan karakteristik dan perilaku peserta didik sebelum pembelajaran dimulai. Karakteristik tersebut terkait masalah daya serap peserta didik memahami materi pelajaran dimana antara satu siswa dengan siswa yang lain akan berbeda tingkat daya serapnya. Misalnya seorang siswa mampu memahami penjumlahan 2+2=4 dalam waktu tiga hari, adakalanya siswa lain mampu memahaminya dalam waktu empat hari. Bisa saja ada siswa lain yang lebih cepat dari tiga atau empat hari.
Karakteristik peserta didik dapat berupa kebiasaan belajar peserta didik di kelas dan di luar kelas. Tipe peserta didik ada yang auditorial dengan ciri khas memiliki kecenderungan untuk maksimal belajar dengan mendengarkan apa yang diucapkan guru didepan kelas. Tipe peserta didik yang lain yaitu visual dengan ciri khas memiliki kecendeungan untuk maksimal belajar dengan melihat apa yang diperlihatkan guru didepan kelas. Tipe pesert adidik yang terakhir yaitu kinestetik dengan ciri khas memiliki kecenderungan untuk maksimal belajar dengan mempraktikkan apa yang dibawakan guru didepan kelas.
3.    Proses belajar
Masalah yang sering dihadapi pendidik berkenaan dengan proses belajar itu adalah ketika pendidik merancang prosedur  pembelajaran dengan memadukan cara-cara belajar peserta didik. Para pakar psikologi percaya bahwa berbagai materi pembelajaran yang dipelajari oleh peserta didik mempersyaratkan adanya proses belajar yang berbeda.
Kebutuhan akan proses belajar yang berbeda mensyaratkan pendidik agar mampu memberikan materi pembelajaran dalam bentuk yang beraneka ragam. Proses yang dibutuhkan untuk memahamkan siswa akan materi berhitung akan berbeda dengan materi membaca atau olahraga. Siswa akan diarahkan pada pemecahan masalah ketika materi pembelajaran yang disampaikan berupa penjumlahan, pengurangan atau perkalian.
4.    Strategi pembelajaran
Pemilihan strategi pembelajaran adalah sama pentingnya dengan unsur-unsur pembelajaran lainnya. Strategi pembelajaran berkaitan dengan prosedur membantu peserta didik bergerak dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dalam setiap pembelajaran, sehingga peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
Prosedur pembelajaran yang diterapkan pendidik sudah tentu memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Dinamika dalam perkembangan peserta didik dalam mengikuti seluruh prosedur yang ada dapat dijadikan evaluasi bagi pendidik untuk menyempurnakan strategi pembelajaran yang digunakan. Semakin baik evaluasi yang dilakukan, semakin baik pula proses yang terjadi dimasa mendatang.
5.    Evaluasi pembelajaran
Dalam merancang prosedur untuk mengetahui peristiwa belajar yang dialami oleh peserta didik, pendidik menemukan masalah. Begitu juga dengan peserta didik yang berusaha untuk lulus dalam suatu ujian dengan hasil yang baik. Psikologi pendidikan berkontribusi dalam merumuskan instrumen evaluasi, pelaksanaan ujian, analisis hasil evaluasi, dan penafsiran hasil evaluasi.
Kontribusi psikologi pendidikan tentu bukan secara eksplisit dalam merumuskan evaluasi pembelajaran. Dengan memberikan rambu-rambu yang harus diperhatikan oleh pendidik dalam melakukan evaluasi pembelajaran, psikologi pendidikan berkontribusi dalam merumuskan evaluasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...