Langsung ke konten utama

Random Day


Gegara hujan lebat, terpaksa nyamperin temen yang lagi upgrade kartunya ke 4G..

Sambil menggoda teman saya yang duduk diam sangat khusyuk, kami membuka pintu dan menyebut namanya dengan lembut. Sontak yang disebut namanya langsung menengok bahkan mbak² CS-nya yang sedang bekerja turut menengok. Siang hari di jam istirahat, antrian tidak begitu panjang. Teman saya membuka obrolan renyah seputar pekerjaan dan tupoksi. Saya menyeletuk "Kata atasan saya yang dulu katanya orang Jawa sama orang Sumatera kalau nunggu beda sekali. Lihatin K'Cumi tuh. Anteng duduk nunggu dipanggil. Coba orang Sumatera yang nunggu. Udah nanya² kapan gilirannya dan kapan selesainya". Sontak teman saya langsung terbahak-bahak mengiyakan. "Haha. Iya juga ya. Orang Sumatera gak bisa nunggu. Pasti nanya kapan dipanggil, kapan antriannya habis. Padahal kita gak tahu mereka kerjaannya apa".

Teman saya selesai dengan upgrade 4Gnya, hujan pun reda. Matahari langsung cerah bersinar. Kabar buruknya jalan depan gerai digenangi air. Waktu sudah menunjukkan 12.30. Akhirnya kami mlipir² mencari rute yang aman dari genangan. Setelah berusaha mencari rute yang aman, kami justru stuck di depan warteg yang didepannya persis ada selokan yang terbuka. Tidak bisa melewatinya teman saya langsung berteriak "Naik angkot aja sampe jalan yang kering". Jadilah kami naik angkot 5000 untuk bertiga sejauh 20 meter. "Bang, sampe jalan yang kering aja ya" sembari cekikikan supir angkot menjawab, "Waaah, tadinya mau saya gendong aja" 😮 mau tidak mau, kami naik angkot 20 meter lalu menyeberang dan faktanya memang berada di seberang gerai yang tadi kami kunjungi. Sejak didalam angkot, selama berjalan menuju pabrik, hingga didalam masih tertawa-tawa dengan absurdnya kami bertiga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...