Langsung ke konten utama

Salah Gandeng

Pernah naik TransJakarta at TransSemarang atau yang semarga dengan nama Trans-trans itu? Pasti ngeh dong ya dengan pintunya yang terbagi untuk woman area dan yang unisex. Demi apapun, gak pernah sedikitpun ngarep kejadian absurdnya bakal menimpa saya. Sore itu penumpang lumayan ramai dengan didominasi anak dan ibu-ibu yang piknik libur Natal. Entah ada angin apa, saya masuk melalui pintu tengah berbarengan dengan bapak ibu mas mbak yang tentu gak saya kenal. Melangkah masuk ke dalam rasanya ada yang nyangkut. Saya pikir tangan saya nyangkut di tas penumpang lain. Setelah saya sadar ternyata ada yang nggandeng tangan saya. Selama beberapa detik dalam usaha menyadari keadaan saya belum bereaksi apa-apa. Secara sadar penuh, ternyata ada tangan yang nggandeng saya tanpa bilang apa-apa. Wajah saya bengong seketika. Mas-mas yang menyadari dia salah gandeng baru melepaskan tangan saya setelah melihat wajah saya. Demi apapun, ini gak elegan banget dan gak syar'i. Saya bengong. Masnya bengong. Oke. Gak ada bahasan apa-apa saking masnya nahan malu dan kikuk. Saya pun masih melongo karena baru jadi korban salah gandeng. Akhirnya saya bergerak ke arah depan dan si masnya celingukan nyari gandengan yang sebenarnya. Semoga istrinya, ibunya atau anak perempuannya gak melotot² penuh dendam sama Mas itu.

Pesan bijaknya buat Mas-mas yang punya gandengan : lihat-lihat dulu kalau mau bergaya romantis di public area sama mbaknya.

Buat mbak² yang gak punya gandengan : perhatikan langkah Anda saat melangkah. Gak mungkin bakal tubrukan sama Mas² kece kaya Fahri AAC apalagi digandeng. Mereka kelasnya gak gandengan di public area 😂

Ayo baik bus!! 🚌

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...