Langsung ke konten utama

Perempuan dan Gamis

Kamu pernah pake gamis atau rok? Atau seneng banget ama gamis dan rok-rok lucu? Saya juga, apalagi kalau dikasih cuma-cuma. Tapi sekarang saya bukan mau promosi gamis dan rok. Mau curhat dikit dan ada ngarep-ngarepnya.

Pada suatu siang dalam sebuah angkot. Ada abang supir yang kelihatan masih single dan muda kinyis-kinyis didepan. Emak dengan satu balitanya, ibu-ibu 50 tahunan dan saya. Kamu tahu kan gimana posenya duduk didalam angkot dan pake rok apalagi gamis super syar'i? Alhamdulillah angkot sedang lapang tanpa bocah sekolah yang cemriwis. Itulah bagian bawah gamis ibu-ibu menjuntai sampai lantai. Oh my God, gimana kalau kena kotoran dan najis? Ibu ini pake gamis kok gak njagain itu gamis biar gak menjuntai kemana-mana. Percayalah, saat itu saya belum lihat wajah sang ibu bergamis itu. Pikiran udah terbang entah sampai dimana. Sempat membayangkan gamis itu kotor dan gak bisa dipakai buat shalat.

Astaghfirullah. Gusti, rasanya langsung meleleh dan pengin sungkem sama ibu bergamis tersebut. Hilang sudah pikiran negatif dan sok pintar yang tadi bersliweran. Tidak ada yang istimewa dari ibu tersebut. Beliau mengenakan gamis yang sudah lusuh meskipun motifnya bagus (*selera saya gak norak dan buruk-buruk amat kok). Jilbab bergonya menutupi dada. Tengoklah wajahnya yang hitam kusam tidak menarik di usianya yang sudah 50an (*mungkin). Saya siapa? Sudah punya gamis syar'i berapa? Yakin jilbabnya gak pernah lepas? Sombong sekali berpikiran buruk soal beliau.

Mereka yang sedang berhijrah. Tidak peduli apakah orang akan menghargai atau mencibir, mereka tetap hijrah. Jika alasannya Allah, telinga mereka akan tuli dari tanggapan yang negatif akan diri mereka. Jika hijrahnya karena Allah, pandangan sinis pun mampu jadi bahan koreksi bagi hati mereka. Sudah tuluskah semua usahanya? Bahkan kerudung dan rok saya tak menutupi keburukan hati dan pikiran saya. Ilmu saya? Bukankah belum membekali apa-apa dan selalu kurang dan kurang.

Ibu tersebut barangkali mengenakan gamis murni lillahi ta'ala. Bukan karena gamis pemberian anak. Bukan karena ikut-ikutan teman arisan. Atau bisa jadi itu gamis satu-satunya yang dimiliki. Bisa pula karena tidak memiliki pakaian yang lebih pantas dikenakan untuk keluar rumah. Wallahu 'alam. Dengan melihat wajahnya, rasanya beliau tidak neko-neko. Jilbabnya saja sedikit acak-acakan. Mendadak saya iba. Banyak orang yang sungguh-sungguh tulus ingin menutupi aurat. Tidak pernah berpikiran macam-macam. Bahkan tidak sempat memikirkan bagaimana orang akan memandang. Mereka, hanya mau dan langsung mengenakan. Tanpa peduli kiri dan kanan. Maka jadilah amalan. 

Adakalanya kita belajar dari ilmuwan di ruang-ruang kelas dan laboratorium. Sesekali bahkan sering kita belajar dari orang yang lewat dalam kehidupan kita. Orang-orang yang menjadi guru tanpa pernah bertegur sapa dengan kita. Mereka mengajarkan banyak hal melalui apa yang bisa mereka tampilkan tanpa kelas, tanpa ujian. Lalu kita akan belajar atau lupa dengan semua itu.

Gusti, ampuni hamba yang berprasangka seenaknya pada hamba Mu. Cukupkan pemahaman kami agar terus mendekat kepada Mu. Aamiin.

Dari perempuan yang masih belajar memakai gamis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...