Langsung ke konten utama

Terimakasih Tuhan

Kita belajar dari apa yang terdengar, terlihat, dan terasa. Lingkungan yang tanpa batas memberikan kita referensi super lengkap. Kisah hidup orang lain dapat mengajari kita kesabaran berusaha dalam mencapai cita-cita. Pengalaman mereka dalam menjalani hidup mendorong kita untuk lebih baik dalam berjuang. Mimpi besar atau sederhana tidak jadi soal. Setiap orang memiliki harapan masing-masing. Tidak apa-apa jika mimpi itu sederhana. Dari hal sederhana tersebut mungkin saja kita memperoleh lebih banyak makna.

Detik dan menit yang berlalu tidak bisa tidak meninggalkan pelajaran. Waktu yang sedikit menyadarkan kita akan efisiensi. Orang-orang yang menyebalkan mengajarkan kita kesabaran. Teman baik memberikan kesempatan kita untuk mengasihi. Bagaimana bisa marah dengan keadaan yang belum maksimal? Sementara kita hanya kebingungan, persahabatan jadi korban. Kita mengomel-omel orang rumah ketika pekerjaan sedang rumit. Rekan sekantor kita acuhkan karena pikiran yang semrawut. Ya, kita sangat mungkin bingung dan kelelahan dalam menjalani hidup. Apakah kita benar-benar seberantakan itu?

Bernapas, bergerak, berpikir. Kita bisa melakukan aktivitas dasar seperti biasa. Hati kita hanya ingin merasakan kelapangan. Saking ramainya beban hati, kita sampai lupa untuk merawatnya. Ia bisa kelelahan juga. Kemudian menjadi buruk dan menyeramkan. Tentu hidup semakin runyam jika sikap kita selalu tanpa kontrol. Maka dari itu, berhenti sejenak adakalanya dibutuhkan.

Berhenti dari memaksa dan menuntut. Berhenti dari tergesa-gesa dan tidak sabaran. Berhenti dari aktivitas yang sungguh padat dan melelahkan. Berhentilah agar kau mengerti.

Kita tidak bisa memaksakan segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendak kita. Hati dan otak kita mampu berkompromi dengan berbagai kesulitan. Bersabarlah. Mie instan saja harus dimasak dulu agar matang.

Sambil melapangkan hati, tengoklah sekitarmu. Disini ada orang-orang yang bisa kita perhatikan. Mereka bisa diajak berbicara tentang fashion, film, hobi atau hal menarik lainnya. Lambat laun kita akan mengerti alasan Tuhan memberikan berbagai persoalan.

Pada akhirnya, kita akan berterimakasih kepada Tuhan. Dia yang memberikan kita kesempatan untuk hidup. Kemudian didalamnya kita belajar dan belajar.

Terimakasih Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...