Langsung ke konten utama

Selamat Jalan Lintang

Allah sungguh sayang denganmu Lintang.. 

Sebagai orang yang pernah tinggal satu atap denganmu. Rasanya tidak ada celah buruk dalam dirimu. Kamu yang selalu minta dibangunkan dan membangunkan untuk shalat malam. Ketukan pintu dan alarm di pagi buta yang membangunkan semangat untuk berdiri dan menggelar sajadah. Tak perlu berkoar-koar dengan semangat 45 memang karena kamu hanya butuh bangun. Ya. Kamu hanya butuh bangun untuk shalat dan meminta lebih banyak pada Nya. 

Ditengah jiwa lembut yang tak pernah marah itu ada kekuatan. Untuk melakukan segala upaya dalam mewujudkan harapan dan target. Kamu tidak pernah mengeluh dan menangis sejadinya. Kamu lelah, kamu jenuh tetapi kamu memilih untuk terus berjalan dan melangkah. Tugas kuliah, bermain, ibadah, bertegur sapa dengan keluarga dirumah dan banyak hal yang kamu lakukan dalam sehari. Kadang aku merasa iri, iri dengan kesempatan dan keberuntungan dalam hidup kamu. Yang paling membuat iri adalah kekuatan itu. Semacam kekokohan yang sangat dalam balutan kelembutan seorang anak yang dibesarkan penuh kasih sayang. 

Lintang, banyak sekali pembelajaran dari kamu yang begitu berharga. Tentang bakti kepada orang tua, target hidup yang tak muluk namun realistis, persahabatan yang tanpa syarat, kekhusyukan yang dibangun dengan kegigihan, dan manjanya seorang adik kepada kakak perempuannya. Disana ada Ibu kan ya? Sama-sama saling doakan ya. Biar Mega sama Bapak doakan dari sini. 

Semua orang telah kamu buat kagum dan bangga. Betapa mereka benar-benar mencintaimu karena kamu begitu layak untul itu. Tetaplah bersinar. Biarkan kami mengenangmu dalam banyak cara dan mendoakanmu dan Ibu selalu. Allah, ampunilah ia dan ibunya. Tempatkan keduanya ditempat terbaik dari surga Mu .. Aamiin.. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...