Langsung ke konten utama

Hey, Freshgraduate!



Perjalanan memperjuangkan tugas akhir telah usai, baru saja. Urusan administrasi dengan kampus pun sudah finish hari ini. Apa yang harus kita lakukan sebagai seorang freshgraduate, guys?

Pasca berjibaku dengan target akademik, kita butuh sejenak rehat untuk me-restart jiwa dan raga dari kepenatan. Hal itu bisa kita lakukan dengan membereskan perlengkapan semasa kuliah, mendaki gunung bersama teman, jalan-jalan ke pantai, atau berkunjung ke rumah saudara jauh di kampung. Dalam masa rehat kita tetap harus always ON dengan teman-teman atau kerabat agar segala macam informasi dapat kita akses terutama soal pekerjaan. Luangkan 2-3 minggu untuk rehat usai urusan kampus selesai. Setelah itu, silahkan tancap gas dan tunjukkan taringmu di dunia profesional.

Opsi yang kita hadapi sebagai seorang lulusan universitas bisa dibilang banyak dan beraneka ragam. Mulai dari lulusan D3, S1, atau S2 kini tidak perlu khawatir kehabisan stok lapangan kerja. Kita harus mau mencari dan tidak memasang target yang terlalu tinggi dari kemampuan. Apakah logis, sarjana strata satu menginginkan gaji yang setara dengan mereka yang sudah bergelar magister? 

Bagi yang memiliki alokasi anggaran yang cukup, kamu bisa melanjutkan ke jenjang pasca sarjana. Selain tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi dari perusahaan, gelar magister dapat menambah kapasitas keprofesionalan kita. Untuk kamu yang ingin mengajar usai mengambil pendidikan, usahakan mengambil jurusan yang linier. Hal ini dimaksudkan agar ilmu yang dipelajari tidak sia-sia dan memudahkan urusan administrasi.

Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan kota lainnya rajin menggelar jobfair pada bulan tertentu. Agenda ini diperuntukkan bagi kamu yang ingin mencari pekerjaan dengan cara yang lebih mudah. Kamu tidak perlu mendatangi perusahaan tetapi cukup mendatangi jobfair di kota atau kampus yang menggelarnya. Selain lebih mudah, ada perusahaan yang melakukan interview dan tes di lokasi. Upaya lain dalam mencari pekerjaan yaitu kita memasukkan lamaran ke perusahaan atau instansi yang kita tuju. Cari lowongan yang biasanya tercantum dalam iklan di koran, poster, atau datangi perusahaan langsung untuk menanyakan ada tidaknya lowongan pekerjaan. 

Tidak sedikit freshgraduate yang membuka usaha untuk mulai meniti karir. Mereka membuka outlet makanan, pakaian, biro perjalanan, jasa reparasi komputer, fotokopian dan sebagainya. Sebagai langkah awal dalam berwirausaha, banyak yang banting stir dari usaha yang satu ke usaha yang lain. Pengalaman menjalankan usaha sangat dibutuhkan sehingga mereka yang tidak tahan dengan fluktuasi dunia usaha akan mudah untuk berganti lahan usaha. Enterpreneur yang sudah besar menganggap banting stir usaha merupakan cara bagi seseorang untuk menemukan usaha yang paling pas bagi dirinya. Bagi kamu yang sudah memiliki usaha tertentu jalani apa yang sudah dimulai dan konsistenlah. 

Opsi lain yang dapat dilakukan yaitu meneruskan bisnis orang tua dan keluarga. Terdengar seperti di sinetron atau televisi bukan? Tetapi tidak jarang ada anak yang ingin dan diproyeksikan untuk meneruskan bisnis orang tua. Bisnis yang dijalankan bisa berupa bisnis yang sudah memiliki nama atau bisnis kecil yang belum berkembang karena keterbatasan kemampuan dalam memanajemen. Pilihan yang bagus selama kita memiliki kemampuan dalam meneruskan bisnis tersebut.

Apakah kamu sudah memiliki gambaran akan melakukan apa dan bagaimana? Kuncinya jaga link yang kamu miliki saat ini dan bangun sebanyak-banyaknya link dari siapa saja dan di mana saja. Pekerjaan tidak akan datang dengan mudahnya tanpa kita berbuat sesuatu. Tetap semangat!

@Semarang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...