Langsung ke konten utama

Jangan Pernah Menjadi Tua



Jangan pernah menjad tua, tanpa pernah menjadi dewasa
[Dom Helder Camara]

Menapaki angka yang tidak muda lagi adalah suatu hal yang pasti terjadi dalam diri setiap orang. Aku pernah meringkuk hangat dalam rahim seorang ibu yang sabar menanti kehadiranku hingga hitungan bulan ke sembilan. Akupun pernah merasakan perih diatas luka yang tercipta karena jatuh dari sepeda. Kini, angka yang sudah tidak kekanak-kanakan lagi mengingatkan bahwa masa itu sudah berlalu jauh dibelakang sana. Menyisakan teriakan nakal dari kakak perempuan kita yang cerewet. Lantas mengantarkan raga pada realitas hari yang mengucap lirih, “Selamat Ulang Tahun yang ke-24”.

Apakah waktu sudah sejauh ini terlampaui? Ronanya baru kemarin aku meminta ijin untuk berkemah selama beberapa hari kepada Bapak yang selalu di rumah. Aku masih terbiasa merengek minta dibelikan ini dan itu bahkan hingga hari ini. Bedanya adalah aku sekarang tidak menolak bekal atau makanan yang diberikan Ibu jika akan bepergian.

Angka yang sudah tidak remaja lagi untuk tetap emosional dan kekanak-kanakan. Apakah menikmati hidup tidak boleh dengan keceriaan yang meremaja?

Menepikan berbagai realitas bahwa nyatanya aku masih kekanak-kanakan, hari ini selalu kujadikan permulaan untuk memulai mimpi yang baru. Sembari merekonstruksi mimpi-mimpi kemarin yang harus edit ulang. Kenapa masih saja nekat untuk menuliskan mimpi-mimpi yang terlintas dalam benak? Aku hanya mempercayai bahwa tidak ada yang hina untuk diimpikan jika Tuhan pun mengiyakan.

Allah hanya mengabulkan doa mereka yang berikhtiyar keras dan berdoa terus menerus, serta percaya, Allah lebih tahu takdir terbaik untuk hamba Nya

14.24 pm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...