Langsung ke konten utama

Karena Dia Ada Disini dan Sekarang, Bukan Kemarin



Ada cerita yang terangkai dalam hitungan sekian detik bersamanya kemarin. Ia menyisakan coretan disana-sini hingga mengingatkanmu bahwa ia begitu masuk dalam hidupmu. Mungkin saja kau yang memaksanya masuk dalam setiap sudut harimu. Yang jelas, tidak menyertakannya dalam obrolan santaimu menjadi sesuatu yang berbeda.

Kemudian ada gulir waktu, persoalan, jalan pikir dan realita hati mengantarkanmu pada satu keputusan "Aku dan kamu bukan lagi kita". Kosong. Menghilangkannya dalam keyword hidup memang diluar rencana tetapi untuk terus mengikutsertakannya dalam tarikan nafas bukan lagi jadi pilihan. Ada saat untuk menerima pasti ada saat pula untuk melepas, inilah waktunya.

Satu hari, satu minggu, satu bulan dan satu tahun. Hidup haruslah tetap berjalan walau kau tak lagi penuh seperti kemarin. Kekosongan yang kini akrab pun harus segera diakhiri karena membuat hari-hari berubah suram.

Dan akan tiba waktunya dimana hati menyapa kondisi yang tidak enak untuk dijalani sementara pikiran sudah gengsi untuk menelusurinya. Bukankah itu sebentuk masa lalu yang tidak ingin kamu bahas ulang karena telah memiliki yang lebih baik? Atau ada satu dua ingin yang terpaksa dipadamkan untuk berganti dengan ingin yang baru meski kau tidak ingin memilikinya?

Baik sedih atau senang di detik yang telah lewat, memutuskan untuk terus berjalan ke arah masa depan adalah keputusan yang jauh lebih baik. Menerima ia dan apapun yang kemarin mewarnai sebagai momen pembelajaran yang mendewasakan. Tanpa perlu mempertanyakan dan mempersoalkan seperti apa rupa hati yang sekarang. Dalam perjalanan waktu, biar ia membentuk formasi terbaik untuk membahagiakanmu hari ini dan esok. Karena dia ada di sini dan sekarang, bukan kemarin :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...