Langsung ke konten utama

Ketika Kesulitan Menghampiri [Bagian I]


Apakah pernah kamu menjumpai status Facebook/twitter/BBM teman kamu yang isinya tentang kesedihan, tengah mengalami kesulitan, galau yang berkepanjangan? Saat itu apa yang kamu rasakan? Merasa kasihan atau malah menertawakan?

Menentukan cita-cita untuk dijalani bertahun-tahun yang akan datang memang tidak mudah. Saat ini, satu atau banyak dari kamu masih bingung dengan cita-cita dan pekerjaan apa yang akan dipilih. Bahkan orang tua kita mungkin tidak pernah memikirkan akan menjadi apa saat berusia seperti kalian saat ini.

Sekarang mari kita coba temukan masalah atau kesulitan yang dihadapi dalam menentukan masa depan. Sebenarnya ada batasan ketika kita membicarakan masalah tersebut. Yang pertama masalah dalam diri dan yang kedua masalah diluar diri.

-Joni sering diejek teman-temannya karena sering salah jika mengerjakan tugas didepan kelas. Ia sudah belajar maksimal tetapi sulit untuk menguasai mata pelajaran tertentu.

Itu adalah suatu contoh masalah yang dialami oleh Joni. Ia mengalami hambatan dalam menguasai mata pelajaran tertentu. Kita pun dapat mengalami persoalan serupa bahkan lebih sering dari yang Ia alami.

Masalah dalam diri tidak hanya berupa keterbatasan kemampuan dalam memahami pelajaran di sekolah. Keterbatasan fisik juga dapat menghambat dan membatasi aktivitas kita. Untuk menjadi model, polisi, pilot dan pramugari kita harus memenuhi standar ketentuan yang ada. Pekerjaan lain dapat mempersyaratkan bebas dari buta warna atau penyakit tertentu.

Masalah yang paling sulit dihadapi bagi sebagian besar orang adalah perasaan yang ada dalam dirinya seperti rasa minder, motivasi, malas, dan keadaan psikologis lainnya. Perasaan tersebut kadang muncul disebabkan oleh keadaan fisik karena tidak cantik, badan tidak menarik, kulit hitam, rambut keriting dan sebagainya serta kemampuan yang kurang dari harapan.

Semua orang memiliki kesulitan masing-masing, tentu memiliki penyelesaian masing-masing pula. Sikap terbaik yaitu menyadari kondisi diri, menerima dengan lapang dada dan terus berusaha mengembangkan diri. Jika kita memiliki keterbatasan dibidang olahraga, pasti kita memiliki kelebihan dibidang lain misal seni, agama, IPA dan sebagainya. Tuhan menciptakan mahluk Nya tanpa ada yang sia-sia.

Seseorang yang bersedia menerima dirinya dan apa yang telah diberikan Tuhan akan lebih mudah dalam menjalani hidupnya karena dalam dirinya telah tertanam jiwa legowo dengan kekurangan yang dimiliki. Maka masalah lain yang ada dihadapannya akan dilalui dengan serupa.

Selalu belajar menuntut ilmu sebagai bekal bekerja dan bermasyarakat memang harus terus dilakukan, Kitapun mesti memberikan kesempatan kepada diri untuk bergaul dengan banyak orang. Hal itu dilakukan agar memperoleh semakin banyak informasi yang dapat kita gunakan untuk mengembangkan diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Toraja Eksotis

Ini cerita dari Tana Toraja, beberapa hari sebelum Idul Fitri. Semalam di Tana Toraja menikmati lanskap dataran tinggi. Vegetasi berdaun jarum dari pinggir jalanan membawa aroma sejuk. Suasana hijau menghiasi destinasi wisata internasional tersebut. Saya belum sepenuhnya percaya bisa menapaki daerah ini dengan tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah 'alaa kulli hal, Allah memudahkan semua urusan saya disini. Itu pertolongan luar biasa dan terjadi berulang kali. Saya merasa, apakah pantas menerimanya? Nyatanya, Allah-lah yang paling pemurah atas semua pemberian Nya. Kemarin disuguhi jalangkonte (pastel) dan es campur untuk iftar. Sayuran khas mereka lumayan enak dilidah. Entah namanya apa dan bagaimana mereka tumbuh. Mungkin kalau saya tahu tidak akan sanggup memakannya. Seperti soto kuda di Jeneponto yang membuat saya enggan mencicipinya. Aromanya terburu-buru memenuhi kepala dan perut saya bahkan semenjak dipotong-potong dan masuk panci besar. Saya pikir, ini yang dinamakan mabuk ...