Langsung ke konten utama

memilih teman


Strategi Memilih Teman
Didunia ini kayaknya gak asyik banget ya kalo ke sekolah ato ngampus sendiri, nongkrong di kantin sendiri ato jalan-jalan sendirian di mall. Sepi banget gak sih? Teman, sahabat, partner dan apapun namanya mutlak alias kudu kita miliki. Rasanya berteman itu sesuatu yang sederhana yang bisa dilakukan semua orang. Nyatanya ada sebagian orang yang masih bermasalah dengan urusan yang satu ini.
Kita bisa melakukan beberapa hal agar memperoleh teman yang layak untuk kita perjuangkan jadi bagian hidup kita. Yuk kita tengok sekarang.
1. melihat profil seseorang
                Menjalin hubungan pertemanan memang tanpa pertimbangan yang rumit seperti mencari pasangan hidup, tetapi kita hendaknya menyeleksi kandidat teman-teman baru kita yang akan menghabiskan sebagian waktu mereka bersama kita. Seseorang memiliki track record  ato rekam jejak yang bisa kita amati dari cerita teman-teman lain, dari keseharian yang nampak dari luar dan dari prestasi yang telah diukir orang tersebut dalam dunia pertemanan. Kalau track recordnya bagus berarti lolos seleksi pertama nih.
2. visi yang sejalan
                Apa yang ada dalam pikiran teman-teman apabila dalam sebuah kapal ada dua tujuan yang hendak dicapai. Mungkin pihak yang satu ingin ke Bali. Sedangkan pihak lainnya ingin mengarahkan kapalnya ke Lombok. Orang-orang yang ada di sekitar kita akan memperhatikan tujuan mana yang akan kita capai. Sekalipun dalam rute yang sama antara Bali dan Lombok tetapi kita tentu punya perbekalan yang berbeda, peralatan yang berbeda dan cara-cara yang berbeda pula. Daripada kita terkendala pada perbedaan-perbedaan itu, alangkah lebih baiknya memilih teman yang memiliki tujuan ato visi hidup yang sejalan.
3. kapasitas berimbang
                Kemampuan dalam diri seseorang tidaklah sama antara yang satu dengan yang lain. Jika ada seseorang yang memiliki IPK 2,7 akan berteman dengan orang yang memiliki IPK 3,8 cenderung memiliki kesulitan menyesuaikan diri. Dengan tingkat pemahaman yang berbeda dan prestasi yang terpaut cukup jauh, rasanya akan lebih baik jika kita memilih teman yang hampir sama kemampuannya dengan kita. Sekalipun hal ini bukan sesuatu yang pasti, kapasitas yang berimbang akan memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan teman baru kita.
4. menyenangkan dan nyaman
                Orang-orang akan memilih berada diantara mereka yang hangat, terbuka, ramah, supel dan jujur daripada mereka yang inklusif dan tertutup. Sikap yang menyenangkan dari orang lain akan membuat kita nyaman berada didekat mereka. Bukankah tujuan kita berteman agar hidup ini lebih menyenangkan?
5. pertimbangkan perangai/tingkah lakunya
                Dalam hal yang satu ini kita tidak boleh tawar menawar untuk mencari teman. Sikap yang dimiliki teman akan berasimiliasi dengan sikap-sikap kita yang mungkin akan melahirkan sikap yang khas dari kita. Apabila perangai orang tersebut baik, maka akan memberi efek positif bagi kita. Namun bila perangainya buruk, maka akan memberi efek negatif bagi diri kita.
Demikian strategi yang dapat kita terapkan untuk mencari teman. Hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang sederhana dalam langkah awal dalam memilih teman. Sekalipun sederhana tetapi menjadi hal yang harus kita pertimbangkan dalam menambah list teman dalam hidup kita. Selamat mencoba!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong dan Gosong

Pagi itu cuaca terasa sejuk berada di pedalaman Flores yang terbilang "udik" (*bahasa orang lokal). Agenda kami di dapur belum selesai dan menyisakan beberapa pekerjaan. Bayangan dapur di tlatah Flores mungkin tidak seperti kebanyakan dapur di kota besar. Di komplek asrama guru, teman saya tinggal dengan seorang ibu guru senior. Karena saya berkunjung, guru tersebut mengerjakan aktivitas lain kala itu. Waktu sudah menunjukan pukul 6 lebih. Murid-murid sudah meramaikan sudut sekolah dengan teriakan khas remaja. Di dapur yang terbilang kecil kami memasak dengan tungku. Oh ya, di pusat Kabupaten Ende kami jarang menemukan rumah yang menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar. Apalagi di pedalaman dengan oto yang tidak setiap hari lewat untuk mengantarkan warga ke pasar di pusat kota. Hari itu tugas saya cukup sederhana yaitu menjaga api agar tetap menyala. Di sebelah dapur ada ruang terbuka berbentuk panggung yang digunakan untuk mencuci sayuran dan perabot. Dapur utama pun ko...

Finally, I got the Professional Help

"Kalau tidak selesai sekarang, selamanya traumamu akan menemanimu dengan tanpa mengurangi rasa sakitnya". Trauma, sejauh apapun kamu meninggalkannya masih saja meninggalkan bekas yang samar-samar tapi tetap jelas terasa. Bahkan setelah lebih dari 20tahun kamu beranjak dari kehidupan masa kecil yang pelik. Tahun-tahun berganti dengan membawa pengalaman baru disetiap tahap perkembangan. Orang yang silih datang dan pergi serta wawasan yang semakin luas tentang hidup. Kamu beranjak sangat jauh setelah 20tahun tapi perasaan masih dengan yang lalu. Beberapa hal membuatmu menangis tanpa sebab, hal lain menguncimu untuk tidak menunjukkan eksistensi. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 33tahun cukup berwarna dan memberikan banyak peristiwa berarti. Saya belum menikah saat itu dan saat ini. Memastikan semua situasi sudah saya lepaskan dan saya pikir sudah saatnya bertanggungjawab untuk peran yang lebih serius. Saya mau menikah dan menjadi istri atau ibu yang sudah selesai dengan masa l...

Mengantuk di Kelas?

Kejadian yang menimpa Guru Kesenian di Jatim melukai hati seluruh guru di tanah air. Duel yang berakhir maut tersebut memberikan kita renungan, tantangan sebagai seorang guru semakin sulit dan beresiko. Guru mencubit siswa di kelas bisa dilaporkan orangtuanya ke polisi. Siswa ditegur karena tidur saat jam pelajaran berlangsung, langsung mengajak duel. Pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh guru langsung menuai reaksi keras bagi orang tua dan aktivis pendidikan. Apakah sekolah yang merupakan zona aman bagi anak dan generasi muda sedang mengalami masa-masa kritis? Saya sering menjumpai anak-anak yang merasa bosan dengan metode mengajar guru di kelas. Kalau mau fair memandang dari sisi siwa dan guru, tentu menjadi tantangan yang cukup sulit di jaman now ini. Semasa sekolah dulu, saya menjumpai guru yang tidak mengasyikkan ketika menjelaskan materi pelajaran. Beberapa diantara mereka seolah dikejar deadline materi demi materi. Yang lainnya kesulitan menjelaskan dengan keterbatasan kem...